Pengguna Tol, Sudah Tahu Wajib Bayar Tol Pakai Uang Elektronik?

Pengguna jalan tol, sudah tahukah anda kalau mulai 31 Oktober 2017 nanti anda wajib membayar tarif tol yang dikelola Jasa Marga dengan menggunakan transaksi uang elektronik? Kebijakan ini sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat terhitung sejak tanggal 18 Agustus 2017 lalu.

Sosialisasi akan dilakukan hingga tanggal 31 Oktober 2017. Setelah tanggal 31 Oktober 2017, semua pengguna jalan tol wajib membayar tarif jalan tol dengan transaksi non tunai, transaksi menggunakan uang tunai tidak akan lagi diterima. Nah, sudah siapkah anda dengan hal ini?

Baca juga: Tren E-Money, Bayar Toll, Belanjaan, Sampai Isi Bensin di SPBU, Kamu Ga Pengen Juga?

Beberapa media digunakan untuk mensosialisasikan kebijakan baru ini, diantaranya melalui VMS Jabodetabek, aplikasi JMCare dan melalui twitter @PTJASAMARGA. Tampaknya pemerintah Indonesia sedang gencar mengejar transaksi non tunai, begitupun dengan perbankan yang menyambut baik kebijakan ini karena kedepannya, produk-produk perbankan mereka yang berbasis digital tentu akan semakin banyak digunakan.

Bukan tanpa alasan, selain menggenjot volume transaksi nontunai, kebijakan ini dipercaya akan mampu mengurangi jumlah kemacetan saat berada di pintu tol. Bayangkan kalau harus mengantri panjang lantaran petugas harus melayani kembalian uang pengguna jalan tol? Menggunakan uang elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 detik, tinggal tempelkan kartu atau apapun bentuk elektronik anda ke alat yang telah disediakan, dan pembayaran langsung terekam seketika. Anda tidak perlu lagi repot mencari uang untuk bayar tol, dan petugas juga tidak perlu kerepotan mencari kembalian uangnya.

Baca juga: Jenis-Jenis E-money di Indonesia

Penggunaan uang elektronik di jalan tol bukan yang pertama ini tentu saja, karena penggunaannya sudah lama ada, hanya saja penetrasinya belum besar. Deputi Gubernur BI, Sugeng menjelaskan bahwa penetrasi transaksi nontunai di ruas jalan tol Jabodetabek sekarang ini baru 33% saja, sementara bila dilihat dari skala nasional, baru 28%, artinya ada potensi sebesar 72%. Dan potensi ini akan dikejar pemerintah hingga akhir Oktober 2017 nanti.

Untuk mewujudkan cita-cita bebas macet di ruas pintu jalan tol ini, BI menggandeng Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dan tak ketinggalan tentu saja pihak perbankan sebagai penyedia teknologi uang elektronik.

Sosialisasi, edukasi, dan kampanye penggunaan uang elektronik sudah gencar dilaksanakan. Saat ini Kementrian PUPR akan berproses untuk menerbitkan regulasi untuk mewajibkan penggunaan transaksi nontunai di jalan tol. Sementara perbankan, tentu saja berperan dalam menerbitkan dan memasarkan produk penjualan kartu uang elektronik serta menambah jumlah titik tempat top up kartu uang elektronik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.