Mulai Tahun Depan, Gesek Kartu Debit di Mesin EDC BCA Kena Biaya

Apakah anda terbiasa menggunakan kartu saat bertransaksi di merchant/toko? Kartu apa yang anda gunakan? Kalau tidak kartu debit ya pasti kartu kredit ya. Nah, ada kabar yang lumayan mengejutkan nih, yakni soal kebijakan BCA untuk menerapkan biaya gesek di mesin EDC, dan berlaku mulai awal tahun depan.

Ini merupakan kebijakan baru dari Bank Indonesia dimana BI akan mengenakan Merchant Discount Rate (MDR) pada kartu debit sebesar 0.15% untuk transaksi on us (transaksi di sesama bank) dan 1% untuk transaksi off us (transaksi di bank berbeda). Adapun sekarang ini, tarif rata-rata MDR di setiap merchant atau toko adalah 2% hingga 3% untuk transaksi off us, dan GRATIS untuk transaksi on us.

Baca juga: Donasi Semakin Mudah dengan Mastercard Donations Platform

Lebih jelas, Direktur BCA, Santoso mengatakan bahwa kebijakan ini akan diberlakukan pada awal Januari 2018. Kebijakan ini sudah disosialisasikan kepada merchant-merchant yang bekerjasama dengan BCA. Peraturan ini merupakan solusi kepada merchant yang merasa keberatan dengan kebijakan sebelumnya. Dengan mengenakan biaya pada transaksi on us, BI juga menekan biaya untuk pembayaran lintas perbankan (off us).

Pengenaan Biaya Transaksi EDC Hanya Berlaku untuk Kartu Debit Bukan Kredit

Lebih lanjut, skema baru biaya MDR di atas ternyata hanya diberlakukan untuk kartu debit. Artinya, ke depannya nanti, pengguna kartu debit BCA yang menggesek kartunya di mesin EDC BCA juga akan dikenakan biaya, dimana sebelumnya tidak ada biaya. Akan tapi, biayanya kecil saja, yakni 0,15%. Beban biaya dikenakan kepada merchant dan bukan nasabah.

Skema baru biaya MDR yang dicanangkan BI tersebut selaras dengan diluncurkannya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)/National Payment Gateway (NPG). Kartu kredit belum menjadi objek dari kebijakan GPN sehingga belum terdampak kebijakan biaya transaksi EDC tersebut.

“Kartu kredit belum diregulasi. Kebijakan GPN  hanya berlaku untuk kartu debit dan face to face transaction, artinya orangnya harus punya fisikal kartu dan merchantnya juga tatap muka,” ujar Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Jan Hendra, di Palalada Restaurant, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca juga: BRI Kerjasama dengan KPPN Tanjungpandan Terbitkan Kartu Kredit Pemerintah

Mengacu pada pernyataan di atas, maka transaksi e-commerce maupun transaksi online lainnya tidak termasuk dalam objek kebijakan tersebut, sehingga tidak akan dikenakan biaya apapun.

Lebih rinci, transaksi di kategori reguler atau transaksi ritel, beban MDR bagi merchant untuk transaksi off us adalah 1%. sedangkan, tarif MDR untuk transaksi off us pada sektor pendidikan adalah 0,75%. Lalu, tarif MDR untuk transaksi off us pada SPBU dikenakan biaya sebesar 0,50%. Khusus untuk transaksi bantuan sosial (bansos) non tunai, pajak, paspor, dan donasi sosial atau nirlaba dikenakan biaya MDR 0% untuk transaksi off us dan on us, alias tidak dikenakan biaya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.