Top Up e-Money Pakai Biaya, efektifkah?

Seiring dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan e-money, atau uang elektronik dalam pembayaran tarif tol, muncul masalah lainnya. Diisukan bahwa perbankan akan menetapkan uang atau biaya administrasi untuk setiap kali top up/isi ulang e-money. Besarnya kurang lebih Rp 1.000 hingga Rp 2.000.

Bagi beberapa pengamat ekonomi, pembebanan biaya atas top up e-money justru berpotensi mengurangi keinginan seseorang untuk menggunakan e-money. Jika semakin sedikit yang menginginkan e-money, maka otomatis ini tidak sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai demi terciptanya Cashless Society.

Mengenai biaya administrasi dalam top up e-money tersebut, kurang lebih ada 4 alasan yang diajukan bank, yaitu:

  1. Biaya Rp20.000, khusus untuk kartu baru, alias untuk membeli kartu kosong saja.
  2. Biaya beli dan distribusi alat untuk membaca e-money belum tertutupi.
  3. Biaya perawatan alat.
  4. Biaya alih data dari rekening ke kartu e-money.

Untuk itu, perbankan mengajukan biaya untuk setiap kali top-up e-money adalah sebesar Rp 2.000. Pemerintah melalui BI, nampaknya setuju dengan masalah tersebut, hanya saja mereka menurunkan tarif top up e-money hanya maksimal Rp 1.500 setiap kali top up. Bahkan BI telah menyertakan kebijakan tarif top-up tersebut dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 19/10/PADG/2017, tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway).

Baca juga: Pengguna Tol, Sudah Tahu Wajib Bayar Tol Pakai Uang Elektronik?

Adapun, BI juga telah merinci aturan biaya top up e-money tersebut ke dalam dua skema yakni:

Top Up On Us, artinya pemegang e-money melakukan top up di perbankan yang menerbitkan kartu e-money nya. Top-up hingga maksimal 200ribu tidak akan dikenai biaya, sementara di atas 200ribu akan dikenakan biaya hingga maksimal Rp 750.

Top Up Off Us, artinya pemegang e-money melakukan top up selain di perbankan, alias top up di bank yang berbeda atau mitra lainnya yang tersedia. Biaya akan dikenakan maksimal Rp 1.500.

Lebih lanjut, kebijakan tersebut akan diberlakukan efektif satu bulan setelah peraturan tersebut ditetapkan.

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat untuk kebijakan biaya top up e-money tersebut?

Dilansir dari Suara.com, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) nampaknya tidak sejalan dengan aturan yang baru dicanangkan BI tersebut. Mereka berpendapat bahwa biaya top up e-money akan merugikan masyarakat. Apalagi bila alasan perbankan menetapkan biaya adalah untuk infrastruktur e-money seperti pembelian alat.

Selanjutnya, ASPEK juga menilai bahwa kebijakan tersebut berpotensi adanya dana mengendap hingga triliunan rupiah yang hanya akan menguntungkan pihak perbankan. ASPEK yang diwakili oleh Mirah Sumirat menyatakan bahwa praktek bisnis semacam ini merupakan praktek bisnis ala kompeni, dimana masyarakat ‘dipaksa setor’ ke perbankan seperti layaknya setor upeti di zaman dahulu kala.

Baca juga: Wajib Pakai E-Money di Toll Bikin Masyarakat Ciptakan Tongtol

Pihak lain yang juga merasa akan dirugikan dengan adanya kebijakan pembayaran tarif tol dengan uang elektronik e-money tak lain adalah KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia). KSPI dan buruh Indonesia merasa penggunaan uang elektronik akan mengurangi jumlah pekerja di tol, terutama mereka yang menjaga gerbang told an menerima pembayaran tol dalam bentuk uang tunai.

Saat ini ada sekitar 20.000 orang yang dipekerjakan di jalan tol (Jasa Marga, Citra Marga, JLJ, JLO, dsb). Pekerja tersebut terancam kehilangan pekerjaan dengan kebijakan baru tersebut. Sebagai reaksi atas peraturan tersebut, para buruh akan melakukan aksi menolak GNNT pada tanggal 7 Oktober 2017. Bahkan aksi akan dilakukan bergelombang pada bulan Oktober, November, dan Desember.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan bahwa uang merupakan alat pembayaran yang sah menurut UU No 7 th 2011. Sehingga bila pembayaran menggunakan uang tunai di Gerbang Tol ditolak atau tidak diterima, maka hal tersebut menjadi bertentangan dengan UU tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.