Bisnis Kartu Kredit Masih Lesu, BI Usaha untuk Turunkan Bunga

Masih ingat ketika publik pengguna kartu kredit ‘digoncang’ dengan kebijakan untuk melaporkan data transaksi kartu kredit ke Dirjen Pajak? Kebijakan tersebut yang dicanangkan sejak Maret 2016 lalu, kemudian menuai berbagai akibat, yang paling terasa adalah ‘kaburnya’ para nasabah kartu kredit besar-besaran.

Kebijakan melaporkan data transaksi kartu kredit tersebut kemudian terhenti lantaran Menkeu sebelumnya, yakni Bambang Brodjonegoro di-reshuffle oleh Presiden Jokowi. Selain itu, terkendalanya pelaksanaaan wajib lapor kartu kredit juga disebabkan oleh adanya tax amnesty, yang dirasa-rasa akan lebih banyak menghasilkan penerimaan pajak ‘ketimbang’ lapor kartu kredit.

Baca juga: Ditjen Pajak Boleh Tilik Data Kartu Kredit Nasabah, Pemegang Kartu Kredit Bakal Kena Pajak?

Maka dari itu, pemerintah resmi menunda kebijakan lapor data transaksi kartu kredit, dan memilih berfokus pada tax amnesti. Namun, ternyata dampak dari adanya kebijakan lapor transaksi kartu kredit tidak berhenti di situ saja. Pihak perbankan sebagai pihak yang sangat terdampak dari adanya peristiwa tersebut masih berharap bahwa transaksi kartu kredit akan bisa naik kembali dengan momen-momen besar yang hadir sepanjang tahun, seperti Idul Fitri, liburan semester dan Natal & Tahun 2016.

Memang, beberapa momen-momen penting tersebut mampu menaikkan jumlah transaksi maupun nilai transaksi kartu kredit, tapi ternyata masih kurang ampuh untuk menutupi dampak dari adanya kebijakan lapor transaksi kartu kredit.

Menurut laman keuangan.kontan.co.id, sejak kebijakan lapor kartu kredit ditunda pada Juli 2016, jumlah pemegang kartu kredit naik menjadi 17,11 juta per September 2016, dari 16, 97 juta di Juni 2016. Tapi di sisi lain, nilai transaksi dilaporkan menurun dari Rp 23,93 triliun menjadi Rp 22,39 triliun.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa per September 2016, jumlah dan volume transaksi kartu kredit mengalami peningkatan, sementara nilai transaksinya turun.

Di sisi lain, pemerintah rupanya mulai awas akan hal ini dan berusaha untuk membantu kenaikan transaksi menggunakan kartu kredit. Antara lain adalah dengan wacana terbaru dari BI untuk menurunkan suku bunga kartu kredit.

Suku bunga kartu kredit yang ada saat ini adalah maksimal 2,95%, ini karena ada aturan dari BI mengenai suku bunga yang tidak boleh lebih dari 3%. Awal November 2016 ini, BI kembali mewacanakan untuk kembali menurunkan suku bunga ke level 2,25% per bulannya.

Diharapkan nantinya, diturunkannya bunga akan mampu menarik kembali lebih banyak masyarakat untuk transaksi dengan menggunakan kartu kredit, sehingga volume transaksi dan nilai transaksi kartu kredit akan kembali naik.

Tapi, meski demikian, kebijakan diturunkannya bunga kartu kredit ini diprediksi akan menurunkan pendapatan bank sekitar 30%.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.