Nemu Kartu Kredit, 6 Orang Ini Kuras Kartu Kredit Secara Berjamaah

Sebanyak 6 orang telah ditangkap polisi di Solo atas tuduhan pembobolan kartu kredit. Dari keenam pelaku, empat diantaranya adalah wanita dan dua diantaranya adalah laki-laki. Adapun kartu kredit yang dibobol adalah milik FF (34) yang merupakan warga Kampunga Baron Gede RT04 RW01, Panularan, Laweyan, Solo.

Empat pelaku perempuan berinisial VTA (20) warga Sukoharjo, LS (20) warga Boyolali, ERA (24) warga Jakarta dan RTA (19) warga Sukoharjo, dan dua pelaku laki-laki masing-masing berinisial DN (26), warga Sukoharjo, dan FR (31), warga Sukoharjo.

Keenam pelaku diketahui menggunakan kartu kredit milik FF ijin. Pelaku menggunakan kartu kredit tersebut untuk berbelanja berbagai barang di tiga lokasi berbeda. Adapun peristiwa bermula saat VTA menemukan sebuah kartu kredit BCA dari dalam toko Cindy Yayang, Solo Square, yang merupakan tempat kerjanya, pada tanggal 6 Mei 2018 lalu.

VTA kemudian memberikan kartu kredit BCA tersebut kepada RTA, yang merupakan kasir di toko tersebut. RTA kemudian mencoba menggunakan kartu kredit tersebut untuk membeli headset seharga Rp85.000 dari tempat kerjanya. Ternyata RTA bisa menggunakan kartu kredit yang bukan miliknya tersebut tanpa kesulitan, hanya dengan membubuhkan tanda tangan di mesin gesek EDC.

RTA kemudian meminta VTA untuk berbelanja beberapa barang, seperti tas ransel, bando, dompet, earphone dan beberapa barang lain dengan total mencapai Rp 924.000. Selanjutnya, keduanya bersama LS dan ERA berbelanja lagi beberapa barang seperti kosmetik, baju dalam, dan perlengkapan perempuan lainnya di Toko Luwes di Kartasura, Sukoharjo dengan total pembelian barang senilai Rp 293.000.

Sudah merasa puas dengan aksinya, RTA kemudian memberikan kartu kredit tersebut kepada DN, pacarnya, untuk segera dibuang. Tapi, oleh DN tidak dilakukan, ia malah memberikan kartu kredit tersebut kepada FR. FR kemudian membelanjakan kartu kredit tersebut di toko emas Semar, Solo Grand Mall, senilai Rp 4 juta.

Saat itu karyawan toko meminta kartu identitas milik FR sebagai persyaratan pembelanjaan emas dengan kartu kredit. Kartu identitas berupa SIM (Surat Izin Mengemudi) dan struk pembelian kemudian ditandatangani FR.

Kejadian terungkap saat korban melapor kepada polisi, korban menerima SMS Banking pemberitahuan telah bertransaksi sebesar sekitar Rp 5 juta. SMS tersebut membuat korban kaget lantaran ia merasa tidak sedang menggunakan kartunya untuk keperluan apapun.

Kemudian dengan bekal penyelidikan, polisi berhasil menelusuri pelaku melalui identitas yang terekam dari mesin transaksi di sebuah toko emas di Solo Grand Mall.

Atas hal itu, keeenam pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan  dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.