Bos Uniqlo Dinobatkan Jadi Orang Terkaya di Jepang

Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan brand pakaian Uniqlo. Kalau di Indonesia, masyarakat sering mengunjungi Uniqlo untuk mencari baju-baju musim dingin karena Uniqlo lah yang menjual item-item tersebut dengan kualitas terpercaya dan harga yang masih relatif bisa dijangkau.

Nah, meskipun belum seperti Matahari Dept. Store dengan outlet yang hampir selalu ada di setiap mall, Uniqlo ternyata membawa ‘keberkahan’ bagi pemiliknya. Yap, Uniqlo yang asal Jepang ini kabarnya baru saja membawa pemiliknya, Tadashi Yanai, menjadi orang terkaya di Jepang untuk tahun 2019 ini.

Uniqlo di Jepang kebanyakan berada di dalam mall dengan ukuran kecil ataupun berada di pinggir jalan. Ini memang senada dengan semangat branding dari Uniqlo sendiri yang mengusung produk unisex, suburban, dan mudah ditemui karena berada dimana-mana.

Tadashi Yanai, pria berusia 70 tahun ini merupakan pendiri dari Fast Retailing, perusahaan induk yang memegang brand Uniqlo. Keluarganya memiliki saham Fast Retailing sebesar 44%. Beberapa brand lain yang dimiliki oleh Fast Retailing antara lain J Brand, Comptoir des Cotonniers, GU, PST, Theory, Princesse Tam Tam, dan Helmut Lang.

Dari hasil memegang brand-brand tersebut, Fast Retailing berhasil mengantarkan Tadashi Yanai menjadi orang terkaya di Jepang dan menggeser posisi bos Softbank, Masayoshi Son, yang sebelumnya menjadi yang terkaya. Kekayaan Tadashi Yanai mencapai 24,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp350 triliun.

Pria kelahiran tahun 1949 ini memulai bisnisnya dari bawah. Sejak muda, Yanai memang sangat tertarik dengan dunia bisnis. Ia menempuh pendidikan Ekonomi dan Ilmu Politik di Universitas Waseda, Tokyo dan lulus pada tahun 1971.

Baca juga: Bank MNC Gandeng Ditjen Dukcapil untuk Kerjasama Data Kependudukan

Selepas lulus dari Waseda, Yanai bekerja di supermarket JUSCO yang menjual pakaian dan alat-alat dapur. Tak lebih dari setahun bekerja di sana, Yanai segera keluar dan memilih bekerja dengan ayahnya yang memiliki bisnis pakaian.

Uniqlo pertama kali dibuka tahun 1984 oleh Yanai sendiri di Hiroshima. Lalu pada tahun 1991, ia mengubah nama perusahaan ayahnya yang bernama Ogori Shoji menjadi Fast Retailing. Brand Uniqlo yang ia buka ternyata berkembang terus. Di tahun 2000-an saja, Uniqlo menjadi brand yang populer di Jepang dan berhasil mencatatkan penjualan hingga 26 juta potong pakaian dalam waktu setahun saja.

Pada tahun 2001, barulah Yanai berani melakukan ekspansi dan membawa brand Uniqlo ke luar negeri, yakni Inggris dan New York. Meski sempat mengalami kegagalan, tapi pada akhirnya dengan tetap berinovasi pada strategi, ia berhasil mempertahankan toko-toko Uniqlo di negara-negara tersebut.

Kini, Fast Retailing mampu berada di posisi ketiga dalam hal penjualan, berada di bawah Zara dan H&M. Kesuksesan Fast Retailing tak lepas dari peran Yanai yang cukup agresif dalam melakukan ekspansi sehingga merek-merek Uniqlo dapat kita nikmati di Indonesia tanpa harus jauh-jauh ke Jepang.

 

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.