Brexit: Inggris Hengkang dari Uni Eropa

Hasil referendum Brexit pada tanggal 23 Juni 2016 lalu terbilang mengejutkan. Dengan vote yang berbeda tipis, kelompok yang mendukung Brexit memenangi jumlah suara sebanyak 52%, sementara yang menginginkan tetap tinggal di Uni Eropa sebanyak 48%.

Apa yang dimaksud dengan BREXIT?

Brexit merupakan kepanjangan dari British Exit, atau artinya: Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Sebab musabab keluarnya Inggris dari Uni Eropa ada banyak hal, pertama adalah keinginan untuk mandiri dalam mengatur ekonomi wilayahnya tanpa ada campur tangan Eropa, serta keinginan untuk membatasi jumlah imigran yang datang ke Inggris.

Bagaimana dampak BREXIT?

Setelah Inggris akhirnya resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Uni Eropa, ada banyak hal yang terdampak dari keputusan Inggris ini. Setelah 43 tahun bersama dalam Uni Eropa, akhirnya Britania Raya memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Tentu akan ada banyak hal yang terkena imbas dari keputusan Inggris ini, beberapa di antaranya:

1. PM David Cameron akhirnya mundur

Saat naik jabatan menjadi Perdana Menteri Inggris pada tahun 2015 lalu, David Cameron berjanji untuk mengadakan referendum BREXIT nantinya. Janjinya ini terlaksana pada tahun 2016 ini, dan hasilnya adalah: Britania Raya keluar dari Uni Eropa. Ini membuat PM David Cameron akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya, Inggris pernah referendum serupa di tahun 1975, tetapi hasil referendum menyatakan untuk tetap tinggal di Uni Eropa.

2. Sentimen berbau rasis yang semakin membesar

Beberapa media menyatakan bahwa alasan kuat yang mendasari BREXIT adalah karena permasalahan imigran yang melonjak, selama kurun waktu 40 tahun Inggris berada dalam lingkaran Uni Eropa. Kewajiban untuk menyediakan kuota bagi imigran yang dicanangkan oleh Uni Eropa telah sampai pada puncaknya bagi Inggris.

Tak ayal, ketika BREXIT akhirnya diputuskan menang, sentimen berbau rasis semakin terasa kuat di Inggris, terutama terhadap imigran. Sentimen ini ditandai dengan teriakan-teriakan yang kurang pantas dari warga Inggris asli kepada mereka yang imigran.

3.  Bursa Saham Dunia anjlok

Dampak terpenting dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa, terutama adalah anjloknya bursa saham dan pasar mata uang dunia (forex). Meski demikian, keluarnya Inggris dari UE tidak akan berdampak besar pada perekonomian Indonesia. Hanya saja untuk mereka yang bermain di pasar saham dan pasar mata uang,dihimbau agar berhati-hati, karena dampak BREXIT ini juga kuat berpengaruh ke pasar saham dan pasar mata uang.

Baca juga:

4. Dampak BREXIT terhadap dunia kartu kredit Indonesia

Belum lagi selesai dampak kebijakan wajib lapor transaksi kartu kredit terhadap perekonomian Indonesia, kini dengan adanya BREXIT sedikit banyak akan berpengaruh juga terhadap transaksi kartu kredit.

Dilansir dari merdeka.com, dampak BREXIT terhadap Indonesia memang tidak secara langsung. China diketahui memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Inggris, sementara China juga memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Indonesia. Jika hubungan dagang China-Inggris terganggu, maka akan berpengaruh juga terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga:

Oleh karenanya, pemerintah harus memikirkan alternatif lain untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni dengan memperkuat daya beli masyarakat. Sementara itu, di sisi lain kebijakan wajib lapor transaksi kartu kredit yang baru saja dicanangkan telah menurunkan tingkat daya beli masyarakat.

Maka dari itu, kewajiban wajib lapor dan adanya BREXIT ini menjadi dua momentum yang kurang menguntungkan bagi ekonomi Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.