Buat Situs Jual Beli Palsu, 18 Pembobol Kartu Kredit Ditangkap

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membekuk 18 pembobol kartu kredit pada hari Selasa 31 Januari 2017 di sebuah hotel di Bandung.

Modus yang dilakukan pelaku kejahatan pembobol kartu kredit tersebut adalah dengan membuat situs jual beli online palsu. Mereka memasang barang-barang dengan harga yang sangat murah untuk menarik pengunjung membuka situs.

Dari situs jual beli online palsu tersebut, pelaku mengirimkan email kepada para korban. Korban yang termakan tawaran palsu tersebut kemudian melakukan pembelian di situs palsu tersebut, dan memberikan data-data kartu kredit yang mereka miliki melalui situs tersebut.

Kejahatan ini termasuk cyber crime dimana pelaku menggunakan teknologi informasi untuk melakukan aksinya tersebut. Pelaku yang sudah mendapatkan data-data kartu kredit korbannya kemudian menggunakan data-data kartu kredit tersebut untuk keperluan mereka sendiri, seperti membeli tiket pesawat, reservasi hotel, dan belanja online. Sementara itu, korban yang data kartu kreditnya dipakai akan mendapati tagihan atas transaksi yang tidak mereka lakukan.

Baca juga: Waspadai Kejahatan Penjualan Data Nasabah oleh Marketing Kartu Kredit

Polisi meringkus kelompok pelaku kejahatan kartu kredit ini bermula dari laporan seorang petugas hotel yang merasa curiga atas pembayaran hotel oleh pelaku. Laporan dari petugas hotel tersebut kemudian mendorong polisi untuk melakukan penelusuran.

Hasil penelusuran ternyata mereka bukan pemilik sah kartu kredit yang digunakan untuk membayar hotel tersebut. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata para pelaku ini adalah sindikat peretas dan pembobol kartu kredit.

Meski ada 18 orang yang ditangkap, tetapi mereka tidak ditangkap di satu tempat. Ada 3 tempat yang menjadi lokasi penangkapan ke 18 pelaku pembobol kartu kredit tersebut. Para pelaku ini ditangkap di daerah Sukarno Hatta, Cieumbeuleuit, dan Margahayu Raya.

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang yaitu handphone, laptop, kartu perdana, skimmer (alat untuk mendeteksi kartu kredit), serta buah kartu kredit. Polisi masih melakukan pendalaman akan kemungkinan adanya pelaku lain yang melakukan kejahatan serupa.

Baca juga: Modus-modus Kejahatan Menggunakan Kartu Kredit

Atas kejahatan yang dilakukannya ini, ke-18 pelaku dijerat dengan Pasal 35 Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, serta ancaman kurungan penjara selama 12 tahun.

Dari adanya kasus ini pula, polisi menghimbau agar masyarakat terutama pemegang kartu kredit agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kartu kreditnya, serta waspada terhadap situs-situs jual beli online palsu. Pastikan berbelanja secara online di toko online yang sudah terpercaya secara luas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.