Bunga PayLater dan Kartu Kredit, Mana yang Lebih Tinggi?

PayLater kerap disebut sebagai ‘kartu kredit digital’ meskipun sejatinya bukan. PayLater memiliki konsep yang hampir sama dengan kartu kredit, yakni pinjaman tanpa agunan. Salah satu komponen biaya yang ada dalam PayLater maupun kartu kredit yakni biaya bunga.

Biaya bunga PayLater dan Kartu Kredit, Manakah yang Lebih Tinggi?

Saat ini ada beberapa fitur PayLater dari e-wallet yang ada di Indonesia, misalnya saja Traveloka PayLater, OVO PayLater, dan Gopay PayLater. Sistem mereka yakni, pengguna menginstall aplikasi Traveloka, OVO, ataupun Gopay, kemudian melakukan register akun. Setelah register akun, mereka masih harus apply ke fitur PayLater melalui aplikasi.

Dengan mengisi formulir serta melampirkan beberapa dokumen via aplikasi, pengguna bisa mengajukan kredit limit di fitur PayLater. Bila disetujui, limit yang diberikan bisa mencapai 10.000.000 rupiah. Limit tersebut bisa digunakan untuk bertransaksi di aplikasi ataupun aplikasi lain seperti Tokopedia.

PayLater Memungkinkan Transaksi diubah ke Cicilan

Selayaknya kartu kredit, pembelanjaan dengan menggunakan fitur PayLater bisa diubah ke cicilan dengan tenor dan bunga tetap per bulan. Umumnya tenor yang tersedia mulai dari jangka waktu 1 hingga 12 bulan (Traveloka PayLater), ataupun dengan skema 3, 6, dan 12 bulan (OVO PayLater).

Baik di kartu kredit dan PayLater, transaksi yang diubah ke cicilan akan dikenakan bunga tetap per bulannya. Besar bunga umumnya tergantung pada tenor cicilan yang dipilih. Misalnya pada kartu kredit, transaksi yang diubah ke cicilan tenor 3 bulan masih dikenakan bunga 0%, tapi transaksi cicilan dengan tenor 6 bulan dikenakan bunga 0,7% per bulan, dst.

PayLater dan Kartu Kredit, Manakah yang Lebih Tinggi Bunganya?

Khusus untuk PayLater sedikit berbeda sistem bunganya, ini karena minimnya dokumen yang disetorkan ketika mengajukan pinjaman sehingga pemberi pinjaman (fintech lending) menetapkan bunga lebih tinggi.

Kartu kredit reguler dari perbankan memiliki bunga 2,25% sesuai dengan peraturan pemerintah. PayLater milik Traveloka dan PayLater milik OVO mungkin sedikit berbeda dalam menerapkan bunga, ini karena penyalur dana bukanlah perbankan yang tunduk pada BI (pemerintah). Penyalur dana di PayLater adalah fintech lending.

OVO PayLater misalnya, ia mematok bunga di kisaran 2,8 hingga 2,9 persen untuk transaksi yang diubah ke cicilan. Selain pengenaan bunga untuk cicilan, transaksi dengan OVO PayLater juga akan dikenakan biaya admin sebesar 5% dari transaksi.

Baca juga: OVO Mulai Sasar Bisnis ‘Kartu Kredit’

Adapun Traveloka PayLater hanya bisa digunakan untuk pembayaran transaksi di Traveloka, seperti pemesanan hotel atau tiket pesawat. Dalam metode pembayaran, kita bisa memilih membayar menggunakan Traveloka PayLater, dan hebatnya bisa dicicil.

Bunga yang dipatok Traveloka PayLater yakni sebesar 2,14-4,78 persen perbulan. Limit pinjaman yang diberikan Traveloka PayLater hingga maksimal Rp 50 juta. Sama seperti OVO PayLater, Traveloka PayLater mengenakan biaya tambahan/denda 5% dari total tagihan jika pengguna tidak melakukan pembayaran dalam 30 hari setelah transaksi.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.