Ini Dia Alasan Tingginya Bunga Pinjol

Pinjaman online yang disediakan oleh layanan financial technology (fintech) dinilai memiliki bunga yang sangat tinggi. Tingginya bunga pinjol ini bukan tanpa alasan. Kali ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan mengapa bunga pinjol tinggi.

Bunga pinjol tinggi, bahkan melebihi bunga yang diterapkan oleh perbankan maupun koperasi-koperasi yang ada di Indonesia. Menurut Wakil ketua dewan komisioner OJK, Nurhaida, fintech-fintech yang menyalurkan dana pinjol disebut memiliki risiko yang besar. Salah satunya adalah karena sifat pinjaman yang tidak ada agunan atau jaminan.

Lain dengan pinjaman dari perbankan yang umumnya mensyaratkan agunan atau jaminan sebagai syarat, sehingga risiko bisa ditekan. Sehingga, bunga pinjol tinggi akibat risiko yang tinggi juga, akibat tidak adanya jaminan dalam proses peminjaman.

Meski begitu, OJK sebagai lembaga pengawas keuangan berusaha untuk tetap melakukan perlindungan terhadap konsumen melalui beberapa langkah-langkah. OJK selaku regulator berupaya untuk membuat transparansi di industri fintech lending.

Selain perlindungan dari sisi regulator (OJK), masyarakat sebagai pengguna harus memahami risiko yang akan dihadapi bila mengajukan pinjol di fintech lending, entah itu bunga yang tinggi, ataupun pelibatan debt collector oleh pihak fintech bila tidak mampu melunasi tagihan. Bila dirasa berisiko, sebaiknya mencari alternatif pinjaman lain yang lebih aman dan nyaman.

Dari sisi fintech juga harus mengerti risiko akan dana yang mereka salurkan ke masyarakat, tanpa adanya mekanisme jaminan. Kemungkinan kredit macet juga begitu tinggi sehingga hal ini harus sudah dipahami. Pelibatan debt collector oleh fintech juga hendaknya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga: Teror SMS dari Debt Collector Pinjol Semakin Meresahkan

Fintech Meningkatkan Inklusi Keuangan

Pinjol yang disalurkan oleh fintech lending di sisi lain membantu mendorong iklusi keuangan. Masyarakt Indonesia yang belum tersentuh perbankan bisa mengakses pendanaan melalui fintech lending. Dengan catatan, pada praktiknya fintech lending harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Fintech juga hendaknya terus memberikan pendampingan kepada masyarakat akan risiko dari pinjol yang mereka salurkan. Sehingga, masyarakat luas tetap dapat mendapatkan manfaat dari akses pendanaan dari fintech lending, tapi dengan tetap mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, serta mengerti risiko.

 

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.