Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia, Resmi Setelah 20 Tahun dalam Kajian

Akhir tahun 2017 nampaknya menjadi momen dimana beberapa agenda penting terjadi. Yang paling heboh baru-baru ini tentunya Peraturan Menteri Keuangan mengenai kewajiban pelaporan data kartu kredit kepada Dirjen Pajak, yang mana beleid diteken Menkeu Sri Mulyani pada Desember 2017.

Ada satu lagi agenda yang mungkin terlewatkan oleh kita semua, yakni diresmikannya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Bank Indonesia pada tanggal 4 Desember 2017 lalu. Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway merupakan realisasi pemerintah atas kajian yang telah dilakukan selama 20 tahun terakhir.

Baca juga: BI BERI PELUANG BANK UNTUK CIPTAKAN KARTU KREDIT DOMESTIK

Gerbang Pembayaran Nasional adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran yang berbeda-beda, yang telah diterapkan oleh perbankan selama puluhan tahun. Mudahnya, VISA, MasterCard, JCB, UnionPay, Amex yang merupakan gerbang pembayaran milik asing dan digunakan di Indonesia akan kedatangan teman baru, yakni Gerbang Pembayaran Nasional milik Indonesia sendiri.

Selain itu, karena perbedaan gerbang pembayaran tersebut, masing-masing bank mengembangkan sistem pembayaran yang dinilai eksklusif, dimana sebuah transaksi menggunakan kartu hanya bisa diproses melalui mesin EDC milik bank tersebut. Kondisi seperti mengurangi kenyamanan, serta meningkatkan biaya administrasi yang harus ditanggung (oleh bank maupun oleh pelanggan kartu).

Pada akhirnya, seseorang paling tidak harus memiliki lebih dari satu kartu dengan gerbang pembayaran berbeda (atau dari bank yang berbeda) supaya memudahkan transaksinya. Dengan adanya GPN, yang blue print nya sudah ada sejak tahun 1995, diharapkan bisa membuat transaksi nasabah kartu kredit maupun kartu debit menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca juga: MULAI TAHUN DEPAN, GESEK KARTU DEBIT DI MESIN EDC BCA KENA BIAYA

Berhubung GPN sudah diresmikan pada bulan Desember 2017 lalu, ini artinya GPN sudah bisa digunakan. Nantinya, pelanggan kartu debit milik Bank A bisa menggesek kartunya di mesin EDC milik Bank B. Pelanggan tidak perlu khawatir lagi bila kartunya berbeda dengan mesin EDC.

Gerbang Pembayaran Nasional merupakan sistem yang dilaksanakan oleh 3 lembaga penyelenggara yakni Standard, Switching, dan Services. Standard merupakan proses standarisasi teknologi pembayaran yang saat ini dilakukan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI); Switching merupakan pemrosesan transaksi yang saat ini dikelola oleh empat lembaga, yakni Jalin Pembayaran Nusantara, Artajasa Pembayaran Elektronik (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima) dan Alto; serta Services yang akan dikelola oleh konsorsium bank.

Untuk mendukung GPN, BI mengenakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 1% untuk tiap transaksi. Sebelumnya, MDR berada di level 2% hingga 3%, yang cukup membebani pihak-pihak yang terkait terutama pelanggan.

Per Januari 2018, kartu-kartu baru yang dicetak akan menampilkan logo GPN berupa lambing Garuda berwarna merah.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.