Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir, Ini Kata Pengusaha

Mengenai gesek kartu kredit di mesin kasir yang baru-baru ini marak digaungkan larangannya, kita telah mendengar alasan dibalik pelarangan tersebut, yakni membahayakan data pribadi pemegang kartu kredit. Lalu bagaimana kata para pengusaha atau merchant yang melakukan aktivitas double swipe kartu kredit?

Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir, Bukan untuk Bocorkan Data

Menurut ketua Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Roy Mandey, memang ada beberapa anggotanya yang menggunakan metode dobel swipe kartu kredit dan debit, tapi tidak semua. Pihaknya menegaskan pula bahwa aktivitas gesek kartu kredit di mesin kasir tidak dengan tujuan untuk membocorkan data pemegang kartu kredit.

Baca juga: Bahayanya Kartu Kredit digesek di Komputer Kasir

Transaksi menggunakan kartu kredit maupun debit termasuk ke dalam transaksi non tunai. Kartu kredit atau debit akan digesekkan ke mesin EDC yang notabene fasilitas dari bank. Penggesekan ini diperlukan untuk keperluan pendataan oleh bank. Sementara itu, merchant yang melakukan penggesekan pada komputer atau mesin kasir, juga untuk keperluan pendataan tapi oleh merchant itu sendiri.

Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir untuk Validasi

Tujuan pendataan oleh merchant ini adalah untuk validasi. Validasi biasa dilakukan oleh kasir dengan cara memasukkan nomor kartu sebagai bukti transaksi. Jika tidak ada nomor kartu, maka transaksi dianggap tunai atau cash. Namun, seringkali memasukkan nomor kartu kredit atau debit yang jumlahnya 16 digit tersebut dengan mengetikkan satu per satu memakan waktu, maka dari itu dibuatlah sistem swipe.

Meski begitu, nampak bahwa pemerintah dan perbankan melihat aktivitas gesek kartu kredit di mesin/komputer kasir tetap berisiko, karena kedua pihak tersebut tidak bisa menjamin keamanan data kartu yang sudah telanjur di swipe di komputer kasir. Memang, bisa dibayangkan bagaimana cara mengontrol merchant yang jumlahnya ada ratusan ribu (bahkan mungkin ratusan juta), yang ternyata melakukan dobel swipe. Memang benar bila pemerintah dan perbankan tidak bisa menjamin.

Baca juga: Larangan Charge 3% untuk Transaksi Gesek dengan Kartu, Apakah Peraturan Baru?

Meskipun pihak Aprindo sendiri telah berusaha meyakinkan bahwa tujuan penggesekan kartu di mesin kasir/komputer kasir hanyalah untuk keperluan pendataan atau validasi, tapi bagaimana Aprindo akan mengontrol merchant anggotanya untuk tidak berbuat kecurangan terhadap data pemegang kartu kredit yang mereka dapat? Meski itu hanya nomor dan nama kartu kredit. Itu yang anggotanya, bagaimana dengan merchant yang bukan anggota Aprindo?

Tentunya pertanyaan-pertanyaan semacam ini harus dicari jawabannya supaya ada jalan keluar yang lebih baik mengenai kebijakan-kebijakan yang diberlakukan, dengan praktik yang sekarang berjalan. Tentu semua demi mendukung program cashless society pemerintah, tapi tetap tidak merugikan masyarakat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.