Gestun, Meski Dilarang Tetap Berkembang Jelang Lebaran

Sejak tahun 2011, BI melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 telah melarang praktik gestun (gesek tunai) karena dinilai merugikan pihak perbankan dan pemerintah. Gestun sendiri merupakan praktik gesek tunai, dimana pemegang kartu kredit mendapatkan uang tunai dari kartu kreditnya melalui praktik gesek kartu kredit di merchant, seolah-olah itu transaksi ritel padahal itu Tarik tunai.

Baik pemegang kartu kredit maupun merchant yang melakukan praktik gestun harus ditindak dengan keras karena telah merugikan berbagai pihak. Atas dasar itu, praktik gestun dilarang keras oleh pemerintah, dengan ancaman sanksi berupa mencabut izin usaha yang bersangkutan.

Sayangnya meski telah lama dilarang, praktik gestun nyatanya masih banyak. Apalagi menjelang lebaran ini kebutuhan akan uang tunai juga ikut meningkat. Gestun ketika lebaran menjadi salah satu sumber dana tunai cadangan meski sudah dilarang keras. Bahkan, ada beberapa merchant yang tetap membuka layanan gestun sepanjang libur lebaran.

Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat yang menemukan praktik gestun kartu kredit agar segera melapor kepada Bank Indonesia, karena sudah ada peraturan resmi yang melarangnya. Selain karena risiko transaksi yang tinggi, gestun yang sebenarnya transaksi Tarik tunai tetapi dicatat sebagai transaki ritel akan mengacaukan statistik Bank Indonesia.

Adapun prosedur pelaporan yang direkomendasikan adalah ke penerbit kartu kredit terlebih dahulu (bank), bila merchant penyelenggara praktik gestun tak juga jera maka Bank Indonesia akan mencabut izin usaha merchant tersebut dan pelarangan menambah merchant hingga beberapa tahun lamanya. Jangan lupa untuk menyertakan bukti foto dalam pelaporan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.