Google Beli Data Kartu Kredit dari Mastercard

Baru-baru ini, Google diketahui membeli data kartu kredit nasabah Mastercard dengan dalih efektivitas sasaran iklan.

Tapi, pembelian data kartu kredit nasabah Mastercard tersebut berada dalam payung kerjasama kedua belah pihak. Nilai data kartu kredit nasabah tersebut tak perlu dipertanyakan lagi, pastinya mencapi jutaan dollar AS.

Ini hampir sama seperti kasus Facebook, dimana ia mengizinkan penggunanya untuk mengakses hampir semua layanan Facebook secara gratis.

Tapi nyatanya tak sepenuhnya gratis memang, karena Facebook sejatinya menggunakan data para pengguna yang mereka kumpulkan untuk para pengiklan.

Google dan Mastercard negosiasi sejak empat tahun lalu

Bloomberg dan Gizmodod melaporkan bahwa proses negosiasi antara Google dan Mastercard untuk mencapai kesepakatan tersebut telah berjalan sejak empat tahun yang lalu.

Data-data dari Mastercard akan digunakan Google untuk membuka akses bagi para pengiklan terpilih. Dengan memanfaatkan tool yang mereka sebut sebagai “Store Sales Measurement”.

Kabarnya, tool tersebut mampu melacak bagaimana iklan-iklan online bisa membujuk targetnya untuk melakukan transaksi di dunia nyata. Data-data tersebut akan berkontribusi dalam membuat produk iklan-iklan dari Google lebih terlihat menarik bagi para pengiklan.

Jika pada umumnya sebuah transaksi jual beli hanya bisa dilihat oleh konsumen, bank dan toko, maka setelah perjanjian ini, raksasa raja pencarian ini bisa ikut mengetahuinya dan bisa lebih menghubungkan calon pembeli ke penjual yang memasang iklan di Google, dengan lebih spesifik lagi.

Baca juga: VISA vs MasterCard, Pilih Mana?

 Tool yang diluncurkan sejak tahun lalu tersebut diketahui telah membuka jalan bagi para pengiklan sejak diluncurkan. Akan tetapi, masyarakat umum terutama yang merupakan nasabah Mastercard tidak diberikan informasi atas kerjasama tersebut.

Meskipun demikian, Google menyatakan bahwa data transaksi kartu kredit yang dimanfaatkan tool tersebut dilindungi enkripsi dan bersifat anonim.

Tapi, tetap saja, meski mengaku datanya anonim, Google adalah raja pencarian yang mesin iklannya bisa melacak informasi spesifik penggunanya dari sejumlah layanan seperti e-mail, riwayat pencarian, dan kini termasuk kebiasaan transaksi belanja.

Terkait hal tersebut di atas, perusahaan yang berbasis di California, US tersebut cepat-cepat memberikan klarifikasi dengan mengatakan bahwa data pengguna digunakan untuk memberikan informasi kepada pengiklan hanya untuk tujuan efektivitas periklanan dan bukan digunakan untuk menargetkan iklan.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.