Hindari Pencucian Uang, Belanja Kementrian Kini Manfaatkan Kartu Kredit

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa urusan anggaran dan belanja di pemerintahan akan selalu menjadi sorotan karena rawannya korupsi maupun pencucian uang. Demi mengantisipasi pencucian uang maupun, kementrian keuangan di bawah arahan Menkeu Sri Mulyani mengambil langkah yang dinilai paling baik untuk hal tersebut, yakni dengan memanfaatkan kartu kredit untuk urusan belanja kementrian.

Langkah pertama yang dilakukan Kementrian Keuangan adalah dengan menggandeng empat bank yang menjadi anggota Himbara (Himpunan Bank Negara), untuk meluncurkan kartu kredit yang khusus diperuntukkan bagi kementrian dan Lembaga (K/L). Kartu kredit ini nantinya digunakan untuk belanja berbagai urusan kementrian dan Lembaga. Dengan begini, satuan kerja di masing-masing K/L tidak perlu repot-repot membawa uang tunai pada saat operasional kegiatan.

Menkeu Sri Mulyani menyatakan bahwa pembuatan dan pemanfaatan kartu kredit dalam urusan belanja operasional merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap modernisasi sistem pembayaran dalam hal pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa selama ini satuan kerja dalam K/L harus membawa uang tunai yang cukup besar ketika akan berkegiatan atau mengawal Menteri dan pejabat. Tentunya, cara seperti ini sudah ketinggalan zaman, dan juga berisiko mengundang kecurigaan (pencucian uang atau pembiayaan terorisme) ketika melalui area-area tertentu.

“Di Indonesia pernah terjadi bawa uang cash enggak bisa masuk (bandara). Karena kayak masih di jaman baheula, dan kalau bawa uang cash bisa dikategorikan money laundering atau financing for terorism,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengungkapkan sedikitnya ada empat tujuan digunakannya kartu kredit untuk belanja K/L ini, pertama yaitu meminimalisir penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan negara, kedua meningkatkan keamanan dalam bertransaksi, ketiga mengurangi potensi fraud dari transaksi secara nontunai dan keempat yakni untuk mengurangi cost of fund atau idle cash dari penggunaan uang persediaan.

Kartu Kredit untuk Perjalanan Dinas

Kartu kredit korporat tersebut dapat digunakan oleh seluruh K/L ketika akan melakukan belanja operasional dan belanja perjalanan dinas dengan efisien dan efektif. Sri Mulyani berharap dengan adanya kartu kredit tersebut, maka belanja seluruh satker dalam K/L bisa lebih cashless dan akuntabel. Kartu kredit bisa dipakai untuk melacak kapan kartu tersebut digunakan, digesek dimana dan untuk apa bisa terekam dengan baik.

Namun demikian, Sri Mulyani meminta agar uang yang dialokasikan digunakan secara tepat, mengingat yang digesek adalah uang rakyat, sehingga harus digunakan secara pruden.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.