Iming-Imingi Kartu Diskon, Penipu Gasak Kartu Kredit Hingga 40 Juta

Kali ini komplotan penipu kartu kredit semakin pintar dalam menjerat korban. Seperti yang baru-baru ini dibekuk di Jakarta, komplotan ini mendirikan perusahaan palsu untuk mengelabui mangsanya. Menggunakan iming-iming kartu diskon, penipu ini raup keuntungan dari kartu kredit korban hingga 40 juta rupiah.

Bagaimana para pelaku beraksi?

Lima orang pelaku yang dibekuk polisi masing-masing adalah Periyanto (23), Kurniawan (26), Prasetyo (35), Gapur (34), serta Widiastuti (34). Kelima pelaku ini dibekuk polisi di kawasan Jalan Pramuka, Kelurahan Mapang, Kecamatan Pancoran Mas Depok, yang merupakan lokasi perusahaan fiktif tersangka bernama CV Esclusive Card.

Masing-masing pelaku memiliki peran tersendiri, Widiastuti yang merupakan satu-satunya perempuan di kelompok ini berperan sebagai marketing, Prasetyo dan Kurniawan bertugas untuk meyakinkan korban, kemudian Periyanto dan Gapur bertugas mendatangi kediaman korban untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Hal-Hal yang Ditanyakan Analis Bank Ketika Verifikasi Telepon

Adapun dua tersangka memiliki latar belakang marketing, yakni Kurniawan dan Widiastuti, sementara Prasetyo merupakan mantan karyawan asuransi. Sehingga, dapat dikatakan mereka cukup berpengalaman dalam hal ini.

Adapun target korban yang mereka incar adalah pemegang kartu kredit dengan limit kartu di atas 5 juta. Berbekal database kartu kredit dari bank, mereka mulai melancarkan aksinya dengan menelepon para pemilik kartu kredit dengan limit di atas 5 juta.

Dengan iming-iming kartu diskon, pelaku berusaha meyakinkan calon korban untuk menerima kartu diskon. Kartu ini bisa digunakan untuk berbelanja dan mendapatkan diskon 50%. Setelah korban tertarik, maka selanjutnya pelaku akan datang ke rumah korban untuk menyerahkan kartu diskon.

Baca juga: Diskon Travel Terbaik untuk Buat Liburan Anda Makin Sempurna

Ketika datang inilah, pelaku kemudian meminta kartu kredit korban untuk digesek di mesin EDC yang dibawa pelaku. Tanpa diketahui oleh korban, pelaku telah menuliskan sejumlah nominal di mesin EDC tersebut sebelumnya. Sehingga, korban tidak tahu kalau kartu kreditnya dipakai.

Dari metode penipuan ini, pelaku berhasil memperdaya 9 korban dan meraup keuntungan hingga 40 juta rupiah. Dari keuntungan yang didapat, mereka membagi keuntungan dengan porsi: leader 15%, kurir 15%, marketing 20%, pemilik mesin 15%, serta penyedia fasilitas 35%.

Atas kejahatan yang mereka lakukan, kelima pelaku terancam Pasal 378 KUHP atau Pasa 379 a dengan ancaman empat tahun kurungan penjara. Namun, karena salah seorang pelaku sedang hamil besar, maka penahanannya ditangguhkan.

Tips Agar tidak tertipu

Salah seorang pelaku, yakni Prasetyo bahkan sempat memberikan tips agar tidak tertipu oleh komplotan semacam dia. Menurutnya, jangan sampai sembarangan menerima telepon dari orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai perusahaan kartu kredit.

Ditambahkannya lagi, nomor telepon bank biasanya unik. Kalau nomor yang tertera biasa saja, maka kemungkinan itu palsu.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.