Indeks Literasi Masyarakat Terkait Kartu Kredit Rendah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas institusi keuangan di Indonesia mengatakan bahwa indeks literasi masyakat terutama yang berkaitan dengan kartu kredit ternyata masih sangat rendah. Indeks literasi di Indonesia masih berada di kisaran 25% hingga 26%, sangat rendah bila dibandingkan angka inklusi keuangan yang sudah mencapai 70%.

Inklusi keuangan artinya persentase masyarakat yang menggunakan/menikmati produk-produk keuangan seperti pinjaman, pinjaman kartu kredit, pinjaman di koperasi, pinjaman fintech, asuransi, dsb. Direktur Pelayanan Konsumen OJK Agus Fajri Zam mengatakan bahwa salah satu tugas OJK yakni adalah mengedukasi masyarakat, terutama mengenai produk-produk keuangan.

Akan tetapi yang membuat Agus heran adalah, ketika OJK sudah melakukan proses edukasi kepada masyarakat, ternyata inklusi keuangan berada di angka 70% sedangkan indeks literasi berada di angka 26%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat telah menggunakan/menikmati produk-produk keuangan, akan tetapi tidak mengerti cara kerja produk, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Misalnya saja, menandatangani kontrak kartu kredit atau kontrak asuransi, tapi sebetulnya belum paham betul mengenai apa yang sudah ditandatangani tersebut. Ini yang di kemudian hari bisa menjadi masalah. Ketika sudah setengah jalan memakai produk, ternyata mereka baru tahu ada komponen ketentuan yang seperti A, B, C, dan seterusnya yang sebetulnya itu sudah tertera dalam kontrak.

Ketika menemui masalah dalam menggunakan produk, konsumen lantas mengadukan masalah tersebut ke OJK untuk mendapatkan bantuan. Padahal dalam kontrak sudah dinyatakan bahwa penyelesaian masalah akan dilakukan sendiri tanpa pihak lain (seperti OJK misalnya). Perjanjian hutang merupakan perjanjian yang sensitif sehingga perlu dicermati baik-baik surat kontrak.

Belum lagi persoalan fintech lending p2p yang saat ini tengah menjamur, dan cukup banyak menimbulkan masalah. Awal mulanya juga berpangkal pada ketidakpahaman masyarakat sebelum menerima sebuah produk. Padahal, di luaran sana banyak produk-produk keuangan yang belum terdaftar dan belum diawasi OJK sehingga bila ada masalah, maka OJK pun akan kesulitan membantu.

 

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.