Indonesia Minta AS Berikan GSP, AS Minta Indonesia Longgarkan GPN

Amerika Serikat hingga saat ini masih menjadi tujuan ekspor nonmigas kedua terbesar bagi Indonesia. Di bulan Agustus 2019, Indonesia mencatat nilai total ekspor nonmigas ke AS mencapai 1,59 miliar US dollar.

Akan tetapi, segala keuntungan Indonesia tersebut terancam dengan keinginan AS untuk menerapkan tarif ekspor bagi Indonesia. Padahal selama ini Indonesia merasa cukup terbantu dengan adanya GSP (Generalized System of Preferences) yaitu sebuah fasilitas berupa keringanan tarif biaya ekspor yang diberikan AS kepada negara-negara tertentu, termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia berupaya untuk melobi pemerintah AS agar mau mempertimbangkan keputusannya tersebut. Namun, ternyata pemerintah AS memiliki keinginan lain bagi Indonesia, yakni berkaitan dengan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) yang baru saja diterapkan.

Kita tahu bahwa sejak tahun lalu, pemerintah Indonesia gencar menerapkan GPN ke dalam alat pembayaran menggunakan kartu, memang baru berlaku di kartu debit dan kartu ATM saja, tapi tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menerapkannya ke kartu kredit.

Permasalahannya adalah, VISA dan Mastercard sebagai perusahaan pemroses pembayaran asing, telah bertahun-tahun menikmati keuntungan dari pemrosesan pembayaran menggunakan kartu di Indonesia, baik itu kartu debit maupun kartu kredit.

Keputusan pemerintah Indonesia untuk menerapkan GPN (pemrosesan pembayaran secara domestik/di dalam negeri) membuat VISA dan Mastercard yang merupakan perusahaan asing asal AS merasa ketar-ketir. Bila Indonesia akan menerapkan GPN ke kartu kredit, maka keuntungan kedua perusahaan asal paman Sam tersebut dapat dipastikan akan berkurang.

Dilansir dari Katadata.co.id, VISA dan Mastercard diketahui melobi pemerintah AS untuk membantu mereka untuk urusan lobi-lobi dengan pemerintah Indonesia. Hasil dari lobi VISA dan Mastercard ke pemerintah AS tersebut tak lain adalah permintaan pemerintah AS agar pemerintah Indonesia melonggarkan kebijakan GPN bila Indonesia masih menginginkan GSP berlaku bagi Indonesia.

Baca juga:

Berkaitan dengan penurunan keuntungan yang akan memukul pendapatan VISA dan Mastercard bila GPN diberlakukan ke kartu kredit memang bukan isapan jempol. Kekhawatiran ini muncul mengingat transaksi kartu kredit masih dinilai lebih menguntungkan dibandingkan kartu debit.

Bank Indonesia sendiri mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanjang tahun 2019 hingga Agustus kemarin sudah mencapai Rp 224,17 triliun.

Menurut beberapa sumber dari Reuters, Bank Indonesia kemudian setuju untuk mengecualikan semua transaksi kartu kredit dari GPN agar pemerintah AS tetap memberikan fasilitas GSP bagi Indonesia. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai keputusan Indonesia untuk mengeluarkan transaksi kartu kredit dari peta jalan GPN.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.