Waspadai Jual Beli Data Nasabah, Polisi Bekuk Penjual Database Nasabah Perbankan

Akhir-akhir ini marak pembobolan kartu kredit hanya dengan bermodalkan data nasabah kartu kredit. Meski praktik ini sudah lama ada, tapi terasa sekali baru-baru ini kasusnya marak terjadi. Bisa jadi karena kemajuan teknologi sehingga praktik jual beli data nasabah kartu kredit ini bisa dilakukan secara online (website) dan diiklankan melalui media sosial (facebook, twitter, dst).

Memang cara tersebut efektif untuk menjaring banyak pembeli, akan tetapi imbasnya tentu mudah dilacak oleh pihak berwajib. Seperti yang baru-baru ini terjadi, Polda Metro Jaya telah berhasil membekuk sindikat pelaku jual beli data nasabah kartu kredit, yang ternyata dipasarkan secara online melalui situs temanmarketing.com.

Berkat kerja keras pihak kepolisian, berkurang lagi satu penyebab kekhawatiran para pemegang kartu kredit karena pelaku sudah berhasil dibekuk dan akan segera meringkuk di penjara. Salah satu pelaku ternyata seorang ahli IT. Pria berinisial IS ini menjual ribuan data nasabah bank kepada pembobol kartu kredit.

Baca juga: 4 Pembobol Kartu Kredit Dibekuk di Palembang

IS menjual data nasabah kartu kredit melalui situs temanmarketing.com. situs dengan tampilan sederhana ini menjual berbagai data nasabah kartu kredit dengan beberapa unggahan berdasarkan daerah nasabah, missal Database Nasabah Perbankan Khusus Kabupaten Bandung Soreang, dsb. IS juga mencantumkan nomor ponsel dan alamat email untuk mereka yang ingin memesan.

Untuk 1000 data nasabah, IS memberikan harga 1 juta rupiah, dan IS bisa menjual data nasabah tersebut berkali-kali kepada pembeli yang berbeda-beda sekalipun. Para pembeli ini kemudian menggunakan data-data tersebut untuk membobol kartu kredit. Adapun beberapa pembeli yang turut diamankan polisi antara lain TM, TA, dan AN.

Atas kejahatan yang mereka lakukan, para tersangka ini diancam dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 362 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

Bobol Kartu Kredit Nasabah Bermodalkan Database Nasabah Perbankan

Para pembeli database nasabah perbankan ini umumnya menggunakan data-data nasabah tersebut untuk membobol kartu kredit. Pertama-pertama mereka akan menyeleksi data-data tersebut, mana saja nasabah yang masih aktif.

Selanjutnya, ada dua cara yang mereka lakukan untuk mengambil keuntungan secara haram dari database tersebut. Pertama adalah dengan berpura-pura menjadi nasabah bank. Mereka menghubungi call center bank kemudian mengaku sebagai nasabah, lalu meminta customer service untuk memperbarui nomor handphone dengan alasan mengalami kerusakan.

Baca juga: Toko Terkenal Ini Kebobolan Data Kartu Kredit Milik 5 Juta Pelanggannya

Bank kemudian akan melakukan verifikasi melalui berbagai pertanyaan yang mendetail tentang korban. Karena sudah punya data mendetail tentang korban, maka pelaku bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar, termasuk nama orangtua dan tanggal lahir. Setelah lolos verifikasi oleh bank, pelaku juga meminta aga dibuatkan kartu kredit baru, dan dikirim ke alamat yang mereka inginkan. Ketika kartu kredit baru diterima, barulah mereka menggunakannya untuk berbelanja online maupun offline.

Cara kedua, adalah dengan berpura-pura sebagai petugas bank. Para pelaku menghubungi korban dan mengaku diri sebagai karyawan bank. Pelaku mengatakan kepada korban bahwa kartu kredit mereka rusak.

“Lalu, korban diminta menyebutkan ATP tiga digit angka yang ada di belakang kartu dan tanggal kedaluwarsa kartu kredit milik korban,” ucap Abdul.

Berdalih untuk Bantu Pemasaran Produk Setelah tersangka menguasai data kartu kredit milik korban, tersangka menggunakan data kartu kredit tersebut untuk transaksi tunai dan online.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.