Kartu Kredit Anda ditolak? Coba Cek Status Kredit Anda!

Sebagai alat pembayaran, kartu kredit memiliki banyak kegunaan, mulai dari membayar belanjaan di merchant, bayar listrik, air, deposit akun di broker, hingga bayar taksi.

Maka tak heran, kartu kredit menjadi primadona di kalangan masyarakat modern. Selain karena lebih aman karena tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, kartu kredit juga dinilai lebih praktis dan lebih efisien, serta memudahkan pencatatan keuangan.

Jadi, jangan terkejut bila banyak yang berlomba-lomba mengajukan permohonan kartu kredit ke bank. Tapi, apakah lantas bank mengabulkan permohonan kartu kredit tiap calon nasabah yang datang?

Tentu tidak semudah itu, tak jarang calon nasabah yang bersemangat ini harus menggigit jari karena permohonan kartu kredit mereka ditolak oleh bank. Tak hanya ditolak oleh 1 bank penerbit, tapi bisa 2, 3 hingga 4 bank penerbit. Lalu mengapa ini bisa terjadi?

Jangan kecewa dulu, ada banyak komponen yang dijadikan pertimbangan oleh bank dalam menentukan seseorang layak diberikan fasilitas kartu kredit atau tidak (baca:PENGAJUAN KARTU KREDIT DITOLAK? PELAJARI DULU ALASANNYA YA). Nah, salah satu yang penting adalah status kredit atau indeks kelancaran kredit. Indeks kelancaran kredit sering dikenal dengan BI Checking.

BI checking merupakan laporan yang dikeluarkan oleh bank Indonesia dan berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank. Informasi riwayat kredit ini dapat diakses oleh seluruh bank maupun lembaga keuangan non bank yang terdaftar sebagai member SID (Sistem Informasi Debitur) di seluruh Indonesia.

Secara umum, riwayat kredit Anda akan digolongkan berdasarkan kelancaran pengembalian kredit dan disebut sebagai kolektibilitas kredit. Penggolongan kolektibilitas terlihat seperti di bawah ini:

  1. Kredit lancar

Artinya riwayat kredit Anda dinilai memuaskan, Anda termasuk nasabah yang patuh dan taat terhadap segala kewajiban membayar angsuran utang pokok maupun bunga.

  1. Kredit dalam perhatian khusus (DPK)

Yaitu kredit yang selama 1-2 bulan mutasi tidak lancar, debitur mulai menunggak.

  1. Kredit tidak lancar

Kredit Anda dinilai tidak lancar jika dalam waktu 3-6 bulan mutasi tidak lancar, pembayaran bunga atau utang pokoknya tidak baik. Bank melakukan pendekatan tapi hasil tetap tidak baik.

  1. Kredit diragukan

Kredit telah dalam tahap tidak lancar dan debitur tidak dapat menyelesaikan kredit padahal telah jatuh tempo.

  1. Kredit macet

Usaha untuk menyelesaikan atau mengaktifkan kembali kredit yang tidak lancar tetapi usaha tersebut tidak juga berhasil, kredit tersebut digolongkan ke dalam kredit macet.

Mengerikan juga ya kalau sampai kredit macet, so, untuk sobat pilihkartu.com baik yang sudah punya kartu kredit maupun yang belum punya kartu kredit, perhatikan baik-baik ya soal BI checking ini, jangan sampe riwayat kredit justru membuat Anda sulit di kemudian hari.

Tapi, Anda tidak perlu takut akan kartu kredit loh, karena masih banyak keuntungan yang bisa didapat jika Anda memiliki kartu kredit. Yuk, semangat apply di pilihkartu ^^.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.