Pria Romania Jadi Tersangka Penipuan Kartu Kredit Palsu

Seorang pria asal Romania, Tudor Florin (40 tahun) ditangkap kepolisian Jepang karena diketahui telah menggunakan kartu kredit palsu untuk berbelanja arloji mewah di Jepang. Akibat ulahnya tersebut, sebuah toko logam berharga di Taito-ku, Jepang diketahui merugi hingga 400.000 yen.

Adapun kartu kredit palsu yang dipakai tersangka diketahui berkualitas tinggi sehingga sangat sulit diketahui. Mereka baru menyadari belakangan bahwa kartu kredit tersebut palsu. Toko sangat lambat dalam mendeteksi penipuan tersebut.

Toko arloji dan logam mulia yang terletak di Taito-ku, Tokyo mengaku telah mengalami kerugian besar akibat ulah pelanggan yang berbelanja menggunakan kartu kredit palsu. Polisi yang menangkap pelaku turut menyita barang bukti yang ditemukan di kediamannya berupa 11 lembar kartu kredt palsu serta arloji mahal tersebut.

Tersangka diketahui keluar masuk Jepang sebanyak tujuh kali dalam tiga tahun terakhir. Tersangka juga diketahui tertangkap kamera keamanan (CCTV) di beberapa lokasi. Tersangka diduga tergabung dalam sindikat penipu dari Romania yang menargetkan Jepang sebagai sasaran empuk.

Kelompok sindikat Romania tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian di Jepang mencapai lebih dari 10 juta yen sejak musim gugur lalu. Akibatnya Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo merasa harus bekerja lebih keras dalam memeriksa kelompok sindikat asal Romania.

Kelompok ini diuntungkan dengan lambatnya sistem deteksi dan pembayaran kartu kredit di Jepang. Apalagi bila melihat data statistik penipuan penggunaan kartu kredit palsu di Jepang yang meningkat terus sejak tahun 2012. Kerugian yang diakibatkan mencapai lebih dari 20 miliar yen per tahun.

Padahal keamanan kartu kredit selama ini sudah berlapis-lapis, misalnya saja pita magnetik, built-in chip, dsb yang menyimpan data informasi kartu kredit pengguna. Bahkan teknologi chip yang disebut-sebut lebih aman dari pita magnetik karena sulit dipalsukan mungkin ada sedikit kelemahan meski hanya sekian persen.

Meski begitu, Asosiasi Kartu Kredit Jepang mengakui bahwa mereka sedikit terlambat dalam hal teknologi pembayaran menggunakan kartu. Mereka mengakui mesin EDC yang dapat membaca kartu kredit dengan chip masih jarang dan masih menggunakan mesin yang kuno, bila dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Mungkin juga itulah yang diendus kelompok sindikat Romania tersebut. Mereka sudah mengetahui kelemahan sistem pembayaran kartu di Jepang sehingga mereka percaya diri menggunakan kartu kredit palsunya. Target para kelompok sindikat Romania tersebut adalah membeli barang-barang mewah dengan menggunakan kartu kredit palsu.

Meski begitu, Tersangka Toudor membantah tuduhan itu. Tak dijelaskan lebih jauh bagaimana nasibnya walaupun dari rekaman CCTV, ia diketahui keluar masuk Jepang selama beberapa kali dalam 3 tahun terakhir.

Penggunaan kartu kredit palsu ternyata juga dilakukan oleh kalangan mafia Jepang (yakuza) yang umumnya menggunakan kartu kredit dari luar negeri. Mereka menggunakan kartu kedit palsu tersebut untuk melakukan tarik tunai di berbagai ATM di Jepang beberapa waktu lalu.

 

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.