Karyawan Starbucks ditangkap karena Bajak Kartu Kredit

Publik kembali dikejutkan dengan pemberitaan karyawan Starbucks Tebet, Jakarta Selatan yang ditangkap karena membajak kartu kredit milik pelanggannya. Aksi pembajakan yang dilakukannya ini merugikan puluhan pemilik kartu kredit yang ia bajak. Tak tanggung-tanggung, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

DDB (26) adalah seorang karyawan Starbucks Tebet, Jakarta Selatan. Ia dibekuk polisi di kosnya dan kedapatan memiliki 32 struk pembayaran kasir starbucks, 7 kardus ipod nano, 1 kardus iPod Touch, dan 18 lembar invoice pengiriman barang.

Dalam melakukan aksinya, DDB terbilang mahir dan telaten, ini seperti yang dituturkan oleh Kepala satuan IV Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus AKBP Winston Tommy Watuliu, pelaku mengumpulkan data kartu kredit pelanggan yang datang ke Starbucks tempatnya bekerja.

Pelaku mengumpulkan data kartu kredit pelanggan dengan cara mencetak ulang struk kartu kredit pelanggan, lalu kemudian mencatat kode verifikasinya. Dengan cara tersebut, DDP berhasil mengumpulkan data ratusan kartu kredit pelanggannya. Kemudian, pelaku menggunakan data kartu kredit bajakan ini untuk berbelanja gadget.

Gadget yang dibeli juga tidak sembarang gadget. Ia tercatat melakukan transaksi pembelian gadget berupa iPod Nano dan iPod Touch, dengan cara online di sebuah Apple Online Store di Singapura. Transaksi yang ia lakukan dengan data kartu kredit bajakan ini mencapai 50 kali, dengan nominal rata-rata 2-3 juta.

DDB kemudian menjual kembali gadget-gadget yang telah ia beli tersebut kepada orang lain. Aksi pembajakan ini telah ia lakukan semenjak Maret 2016 hingga Juni 2016. Sang pemilik kartu kredit yang curiga karena ada transaksi ilegal sebanyak 41 kali pada kartu kreditnya, lantas melaporkan kejadian ini ke pihak bank.

Bank kemudian melaporkan hal ini kepada pihak penyidik untuk dilakukan investigasi. Kurang lebih sebulan semenjak pelaporan dari pihak bank swasta ke pihak penyidik, polisi telah berhasil membekuk pelaku pembajakan kartu kredit ini.

Baca juga:

Atas aksinya membajak data kartu kredit dan menyalahgunakannya untuk transaksi pribadi, yang merugikan orang lain, maka DDB terancam jeratan pasal 362 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 378 KUHP tentang pencurian, serta UU no.11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.

Wah, ngeri juga ya sobat! Untungnya pelaku berhasil ditangkap ya. Nah, untuk anda yang belum punya maupun sudah punya kartu kredit tetap waspada dan berhati-hati dalam memonitor penggunaan kartu kredit anda ya, selalu melacak transaksi apa saja yang ada pada kartu kredit anda. Bila ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk melapor ke bank.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.