Bank Masih Sulit Kolaborasi dengan Fintech, Kepemilikan Data Jadi Masalah

Pesatnya perkembangan fintech menimbulkan berbagai konsep pemikiran baru. Perusahaan financial technology yang selama ini dikenal terpisah dari institusi perbankan memang dirasa selangkah di depan dalam urusan pemanfaatan teknologi informasi. Lantas, tak sedikit yang berpikiran bahwa keberadaan fintech akan menjadi pesaing berat institusi perbankan.

Kolaborasi Fintech dan Bank, Data Masih Jadi Masalah

Di sisi lain, kolaborasi antara fintech dengan perbankan dinilai masih terkendala pada permasalahan kepemilikan data. Fintech dinilai memiliki kuasa penuh atas kepemilikan data, sementara perbankan kehilangan data manakala transaksi selesai dilakukan. Hal inilah yang dirasa perlu diseimbangkan bila ada wacana kolaborasi fintech dengan perbankan.

Rico Usthavia Frans selaku wakil ketua ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) mencontohkan, sistem top up Gopay yang rata-rata per konsumen bisa sebesar 100ribu hingga 200ribu untuk sekali top up. Top up Gopay bisa dilakukan melalui bank-bank yang telah bekerjasama dengan Gopay. Pada proses tersebut, perbankan kehilangan data setelah transaksi top up selesai dilakukan. Bank tidak tahu kemana larinya uang yang sudah dimasukkan ke Gopay.

BI dan OJK Kaji Jenis Data yang Bisa Dibagikan

Sementara itu, Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Susiati Dewi beranggapan bahwa sudah saatnya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat regulasi yang mengatur kategori-kategori data yang bisa saling dibagi. Susi menilai fintech pun selama ini tidak tahu jenis data apa yang mereka miliki, yang bisa mereka bagikan ke bank, serta seberapa penting data tersebut bagi perbankan.

Bank Indonesia dan OJK sebagai pihak yang berada di tengah-tengah merasa harus membuat standarisasi mengenai data yang bisa saling dibagi antara fintech dan perbankan. Selain itu, BI dan OJK juga harus tetap memperhitungkan perlindungan konsumen, supaya tidak ada yang dirugikan dari adanya sharing data antara fintech dan perbankan.

Baca juga: Fintech Semakin Menjamur, Bukti Industri 4.0 yang Menggeliat?

CEO DANA yang juga merupakan salah satu perusahaan financial technology, Vincent Iswara melontarkan pendapat yang senada, yakni fintech memang sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pihak yang menguasai data. Menurutnya, fintech adalah platform yang memastikan data bisa tersalur ke masing-masing pemiliknya.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.