Lebaran, Transaksi Tarik Tunai Kartu Kredit Meningkat

Idul Fitri 1439H telah berlalu, dan kini sebagian besar masyarakat Indonesia telah kembali kepada rutinitas masing-masing. Keceriaan pada saat perayaan lebaran dengan bersilaturahmi ke keluarga besar tentunya memberikan semangat baru untuk kembali bekerja.

Setelah lebaran tak sedikit yang mengalami ‘kekacauan’ dalam urusan keuangan, hal ini seringkali disebabkan karena kecerobohan dalam pengelolaan keuangan sebelum dan ketika lebaran. Seperti yang sudah-sudah, pola transaksi sebelum dan ketika lebaran biasanya meningkat pesat karena pembelanjaan yang cenderung berlebihan. Selain berlebihan, nilai transaksi juga meningkat akibat kenaikan harga-harga yang fantastis menjelang lebaran.

Baca juga: Autopay Kartu Kredit, Apa dan Bagaimana?

Tak terkecuali penggunaan kartu kredit, yang menurut General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta, meningkat hingga double digit. Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan tersebut juga disumbang dari transaksi Tarik tunai menggunakan kartu kredit.

Meski begitu, Steve belum bisa menjelaskan secara rinci dan lengkap mengenai data transaksi pada bulan Mei dan Juni 2018 kemarin. Tarik tunai kartu kredit merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank, dan legal oleh hukum. Berbeda dengan gesek tunai yang dilarang secara keras oleh hukum Indonesia. Tarik tunai kartu kredit umumnya dibatasi dengan maksimal 50% dari limit total kartu kredit.

Meski transaksi Tarik tunai kartu kredit via ATM diperbolehkan oleh perbankan dan pemerintah, tetapi tidak direkomendasikan untuk dilakukan terus-menerus apalagi dalam jumlah besar dan menjadikannya sumber dana tunai. Hal ini karena kartu kredit bukanlah sumber dana tunai, melainkan hanya sebagai ganti alat pembayaran.

Selain itu, ketika melakukan Tarik tunai kartu kredit maka akan dikenakan biaya Tarik tunai sekitar 6% atau mulai 50.000-rupiah hingga 100.000. Meski menurut Steve transaksi Tarik tunai kartu kredit masih terhitung kecil bila dibandingkan dengan transaksi belanja kartu kredit, tapi saat lebaran ternyata transaksi Tarik tunai kartu kredit meningkat.

Baca juga: 4 Pertimbangan untuk Menerima atau Menolak Asuransi Kartu Kredit

Selain transaksi Tarik tunai kartu kredit yang meningkat, jenis transaksi lain yang paling sering dilakukan menggunakan kartu kredit adalah pemesanan tiket pesawat atau tiket untuk transportasi ke kampung halaman, tiket penginapan hingga makan di restoran.

Kenaikan juga dirasakan oleh perbankan. Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan adanya kenaikan transaksi pada Lebaran periode tahun ini dengan peningkatan 25% baik dari segi volume maupun nilai transaksi.

Lani menambahkan, peningkatan tersebut merupakan andil dari promosi yang dilakukan perbankan ketika Ramadan hingga libur lebaran. Beberapa promosi yang gencar dilakukan bank antara lain diskon di toko online, promosi pembelian tiket perjalanan, makan di restoran hingga pemesanan kamar hotel.

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi fasilitas tarik tunai kartu kredit pada periode April 2018 tercatat 704,9 ribu kali. Dengan nilai transaksi Rp 726 miliar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.