Modal Nomor Kartu Kredit dan Expired Date, Pelaku Bisa Bobol Kartu Kredit

Kejahatan dalam bentuk spamming dan carding memang harus mendapatkan perhatian khusus. Belum lama setelah 33 rekening BRI dibobol saldonya dengan dugaan skimming kartu di ATM, kini polisi justru berhasil membeku sejumlah pelaku spamming dan carding kartu kredit di sejumlah kota di Jawa Timur.

Dalam menjalankan aksinya, tiga pelaku berinisial IIR (27), HKD (36), dan ZU (29) mengaku hanya membutuhkan identitas si pemilik kartu kredit, nomor kartu kredit, dan tanggal expired kartu kredit untuk bobol kartu kredit. Pelaku menggunakan data-data tersebut untuk melakukan pembelanjaan secara online dengan menggunakan akun di Apple dan Paypal.

Barang-barang yang dibelanjakan para pelaku dengan menggunakan kartu kredit orang lain tersebut antara lain barang-barang yang terbilang mahal seperti kalung, cincin, berlian, sepatu, jam tangan, maupun barang-barang elektronik lainnya.

Barang-barang tersebut tidak untuk digunakan sendiri tapi untuk dijual kembali. Kemudian uang dari hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pertama-tama, pelaku akan memilih nasabah yang akan dibobol kartu kreditnya, kriterianya adalah yang riwayat belanjanya cukup sering, artinya si pemilik kartu kredit punya uang. Kemudian pelaku akan menggunakan data nomor kartu kredit korban untuk berbelanja, tapi tidak mencapai limit maksimal melainkan digunakan secara berselang-seling dengan kartu kredit lainnya.

Atas kejahatannya menjebol kartu kredit warga Amerika Serikat, para pelaku dibekuk Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim. Ketiga tersangka tersebut ternyata anggota komunitas Facebook bernama Kolam Tuyul.

Keberhasilan Polisi dalam membekuk para pelaku tak lepas dari laporan informasi peretasan terhadap akun Apple dan Paypal dengan sistem elektronik. Para tersangka sudah beraksi sejak 2016. Terhitung sudah ribuan kartu kredit mereka jebol dan dibelanjakan secara online. Mayoritas korban para tersangka adalah pemilik kartu kredit warga asing.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 30 ayat (2) dan atau Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ada pula yang dijerat Pasal 46 ayat (2) UU ITE. “Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” ujar Arman.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.