Kartu Kredit Mantan PM Malaysia, Najib Razak Dipakai Belanja Rp 11,1 Miliar

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak pernah memakai kartu kreditnya untuk berbelanja hingga 3,3 juta Ringgit Malaysia atau sekira Rp 11,1 Miliar rupiah hanya dalam waktu satu hari saja. Pembelanjaan kartu kredit dengan nominal mencengangkan tersebut terlacak dilakukan di sebuah toko perhiasan mewah yang ada di Italia, dan tercatat pada tahun 2014.

Channel News Asia melaporkan bahwa dalam sebuah kesaksian oleh Wakil Presiden Senior Ambank, Yeoh Eng Leong (58)di persidangan kasus Najib di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Yeoh yang memiliki tugas untuk urusan otorisasi kartu kredit dan manajemen penipuan pada Ambank menjadi saksi ke-47 yang dihadirkan jaksa dalam kasus penyalahgunaan dana 42 juta Ringgit dari SRC International, bekas anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sidang hari ke-37 mengungkapkan bahwa pembelian perhiasan dengan nilai total 3,3 juta Ringgit tersebut berlokasi di De Grisogono, sebuah produsen perhiasan mewah Swiss, yang ada di Italia tertanggal 8 Agustus 2014.

Yeoh juga mengatakan bahwa pembelanjaan senilai 456 ribu Ringgit (Rp 1,5 miliar) dibayar dengan kartu kredit Visa Platinum dan belanjaan senilai 2,8 juta Ringgit (Rp 9,6 miliar) dibayar dengan kartu kredit Mastercard Platinum.

Kedua kartu kredit Platinum berprinsipal VISA dan Mastercard tersebut mempunyai limit gabungan sebesar 3 juta Ringgit. Dari transaksi yang dilakukan pernah dibayarkan tagihannya sebesar 450 ribu Ringgit untuk kartu kredit Visa dan 2,83 juta Ringgit untuk kartu kredit Mastercard.

Lalu pada bulan Januari 2015, Yeoh menyebutkan bahwa kartu kredit tersebut kembali dipakai untuk berbelanja sebesar 466 ribu Ringgit (Rp 1,5 miliar) di sebuah butik brand ternama Chanel di Honolulu, Hawaii. Selain itu, kartu yang sama juga dipakai untuk membayar penginapan di Shangri-La Hotel di Bangkok, Thailand sebesar 127 ribu Ringgit (Rp 428,9 juta).

Dari transaksi-transaksi tersebut, Yeoh membenarkan bahwa menurut tagihan kartu kredit pada April 2015, pembayaran terakhir dilakukan oleh seseorang bernama Nik Faisal Ariff Kamil yang dikenal sebagai mantan CEO SRC International.

Namun, Yeoh menyebutkan bahwa seluruh pembayaran untuk tagihan kartu kredit tersebut berasal dari rekening bank milik Najib pada Ambank.

Najib (66) dijerat tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan, satu dakwaan menyalahgunakan jabatan dan tiga dakwaan pencucian uang terkait dana SRC Internasional sebesar 42 juta Ringgit. Selain itu, Najib masih menghadapi puluhan dakwaan lainnya terkait skandal korupsi 1MDB.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.