Pakai Kartu Kredit Palsu, WN Malaysia Beli Tiket Pesawat sampai 111 Juta

Kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta Pusat menangkap seorang Warga Negara Malaysia yang kedapatan membeli tiket pesawat dengan menggunakan kartu kredit palsu. Warga Negara Malaysia berinisial WN tersebut membeli tiket pesawat dengan tujuan luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Jepang, dsb.

Datang ke Jakarta 7 Agustus 2016

WN yang masih berusia 18 tahun datang ke Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2016. Pada tanggal itu juga WN membeli 10 lebih tiket pesawat dengan tujuan luar negeri, yang kesemua transaksinya menggunakan kartu kredit palsu. Yang mencurigakan, keesokan harinya, yakni tanggal 8 Agustus 2016 WN kembali ke travel agent tempat dia membeli tiket, dan meminta jadwal keberangkatan untuk ke 19 tiketnya diubah.

Ditangkap ketika sedang mengubah jadwal keberangkatan

WN ditangkap oleh polisi ketika ia masih berada di travel agent untuk mengubah jadwal keberangkatan. Pihak BCA dan tim gabungan Polda Metro Jaya yang curiga dengan adanya transaksi tersebut seketika mendatangi travel agent tempat WN bertransaksi dan menemukan WN masih berada di sana.

Diminta menunjukkan kartu kredit yang dipakai untuk transaksi

Polisi lantas meminta WN untuk menunjukkan kartu kredit yang dipakainya untuk transaksi pembelian tiket pesawat. Pihak Bank BCA kemudian memeriksa kartu kredit yang dipakai WN tersebut. Dari pemeriksaan diketahui bahwa ternyata ada perbedaan fisik dari kartu kredit dengan data transaksi yang ada di Bank BCA.

WN tercatat menggunakan kartu kredit palsu tersebut untuk membeli tiket pesawat lebih dari 10 tiket, dan total senilai 111 juta rupiah. Dari tangan WN, polisi menyita 9 buah kartu kredit palsu dari berbagai macam bank yang berbeda. Kesemuanya adalah kartu kredit Malaysia, dan belum diketahui siapa pemilik ke 9 buah kartu kredit tersebut.

Kartu kredit palsu dibuat di Luar Negeri

WN mengaku mendapatkan 9 buah kartu kredit palsu tersebut dari temannya di Malaysia yang berinisial NY. Proses pemalsuan kartu kredit juga dilakukan di luar negeri, sementara untuk transaksinya ia lakukan di Indonesia.

Hati-hati dalam membawa dan menggunakan kartu kredit

Selama ini ada beberapa cara yang digunakan orang jahat untuk memalsukan kartu kredit. Seorang penipu bisa memasang skimmer di mesin EDC atau di mesin ATM untuk mencuri data pribadi kartu kredit pelanggan, kemudian menggunakan data-data tersebut untuk membuat kartu kredit baru yang mereka cetak sendiri.

Baca juga:

Lalu, kartu kredit palsu tersebut sudah siap dipakai untuk transaksi. Sang pemilik kartu kredit yang data-datanya dicuri dan dipakai kemudian akan mendapati adanya transaksi yang tidak ia lakukan, tapi tagihan tetap masuk ke dalam kartu kreditnya. Ini tentu merugikan, sehingga perlu ditangani oleh pihak bank dan pihak berwajib.

Baca juga:

Bila anda memiliki kartu kredit, pastikan untuk selalu menjaga keamanan kartu kredit anda,jangan sampai hilang atau jatuh ke tangan orang lain. Jangan pula abai bila anda mendapati ada transaksi yang tidak anda lakukan, segera laporkan ke bank.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.