Pasca Terpuruk, Bank Besar Masih Keluhkan Bisnis Kartu Kredit Lesu

Pada semester pertama tahun 2016, bank-bank besar mencatat adanya penurunan pada bisnis kartu kredit, terutama setelah ada kebijakan wajib lapor kartu kredit yang dicanangkan oleh Menteri Keuangan sebelumnya, Bambang Brodjonegoro.

Hingga kini, paska terpuruknya bisnis kartu kredit pada semester I 2016, pihak perbankan nampaknya masih kesulitan dalam usahanya untuk membuat bisnis kartu kredit kembali ‘bergairah’. Ini memang tidak diharapkan oleh sebagian besar bank, karena mereka menargetkan bisnis kartu kredit dapat bertumbuh dari tahun ke tahun.

Seperti yang dialami oleh Bank BCA, dimana ia terkenal sebagai penguasa pasar kartu kredit di Indonesia. Pihaknya mencatat pertumbuhan yang tidak begitu besar selama semester I 2016 lalu. Per akhir Juni 2016, keuntungan dari hasil bisnis kartu kredit BCA hanya sekitar 26 triliun, atau sekitar 5%-6% pertumbuhan dalam setahun.

Selaras dengan kartu kredit BCA, kartu kredit Mega juga mencatatkan hal serupa. Pihaknya melaporkan kelesuan dalam bisnis kartu kredit masih dialami. Per pembukuan di akhir semester I 2016, Bank Mega hanya mencatat pertumbuhan sekitar 3% atau senilai 13,4 triliun. Padahal, sejatinya volume pertumbuhan kartu kredit Bank Mega masih mampu tumbuh hingga 11% atau setara dengan 16,1 triliun.

Bank besar lainnya, yakni Bank BNI juga mencatat hal serupa. Pertumbuhan kartu kredit BNI hingga akhir semester I 2016 hanya mencapai 2% saja. Padahal, transaksi dari sektor kartu kredit BNI merupakan penyumbang terbesar (20%-30%) dari total pendapatan Bank BNI di sektor bisnis konsumer.

Namun begitu, masing-masing petinggi perbankan dari bank-bank besar tersebut masih berharap bahwa keadaan akan semakin membaik di semester II 2016 nanti. Tercatat ada 2 momen penting yang menjadi andalan tahunan mereka untuk menggenjot bisnis kartu kredit agar meningkat, yakni Natal dan Tahun Baru.

Dua peluang terbaik di semester II 2016 tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan bisnis kartu kredit BCA, setidaknya hingga 8% atau setara dengan 56 triliun rupiah. Harapan yang sama juga diluapkan oleh Bank Mega, yang berharap akan adanya pertumbuhan kartu kredit di semester II 2016, setidaknya hingga 15 triliun. Dengan demikian, total pertumbuhan transaksi di sepanjang tahun 2016 dapat mencapai 28,4 triliun, atau setara dengan nilai pertumbuhan 11%-12%, ini sesuai dengan target mereka di awal tahun 2016.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.