Pengguna Gadget, Waspadai Modus Kejahatan Kartu Kredit yang Ini

Ada banyak modus kejahatan kartu kredit yang digunakan oleh para penipu. Modus kejahatan kartu kredit yang biasanya adalah dengan mencuri kartu kredit, lalu menguras limitnya dengan menggunakannya untuk berbelanja hingga ratusan juta rupiah. Selain metode itu, ada lagi modus kejahatan kartu kredit yang harus anda waspadai, terutama untuk pengguna gadget.

Di bawah ini adalah beberapa modus kejahatan kartu kredit, yang sering terjadi karena kelalaian pemegang kartu terutama berkaitan dengan gadget yang mereka miliki.

1. Percaya begitu saja dengan telepon dari petugas palsu

Orang-orang semakin mahir dan semakin berani dalam menjerat mangsanya. Mereka menelepon pemegang kartu kredit, lalu merayu calon korbannya dengan iming-iming naik limit kartu kredit, tawaran bebas iuran tahunan, dsb.

Setelah calon korban percaya, petugas palsu ini akan menanyakan beberapa pertanyaan penting terkait kartu kredit anda, seperti nama ibu kandung, alamat, tempat tanggal lahir, dsb. Data pribadi adalah data yang tidak boleh orang lain tahu, karena itu adalah metode bank untuk memverifikasi diri anda.

Pada beberapa kasus, malah ada petugas palsu yang mendatangi langsung pemilik kartu kredit untuk mengambil kartu kredit anda. Ini bahaya sekali. Solusinya, jangan pernah percaya begitu saja jika ada telepon yang mengaku-ngaku petugas bank, apalagi jika tawarannya terdengar luar biasa menggiurkan.

2. Sembarang mengklik Ads (iklan)

Ini jika anda sering browsing menggunakan smartphone, terkadang anda akan menemui banyak sekali ads atau iklan. Ads ini memang dirancang untuk smartphone, sehingga ketika user meng-klik ads tersebut, tiba-tiba masuk ke halaman spam yang berisi permintaan untuk mengunduh aplikasi tertentu.

Ketika menemukan hal seperti ini, jangan langsung percaya. Apalagi jika anda lihat tampilan halaman spam ini tidak meyakinkan, dengan url yang tidak jelas. Sebaiknya langsung tutup saja browser tersebut, dan segera clear semua history di browser smartphone anda untuk menghindari malware.

Baca juga:

3. Belanja online

Ketika berbelanja online menggunakan smartphone, terkadang tidak seleluasa jika menggunakan PC. Memang, berbelanja melalui smartphone terasa lebih fleksibel karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa repot harus membuka PC.

Tetapi, terkadang kita lupa untuk me-log out akun belanja kita, sehingga pencuri bisa dengan mudah membobolnya. Di beberapa situs yang menyediakan pembayaran dengan kartu kredit, umumnya meminta nasabah untuk memasukkan data-data kartu kredit mereka, lalu menyimpannya. Ini akan mempermudah dan mempercepat pembayaran oleh pengguna ketika akan berbelanja lagi di kemudian hari.

Jeleknya, terkadang user lupa untuk me-log out, sehingga akun dengan mudah bisa dibobol, lalu digunakan pembobol untuk berbelanja menggunakan kartu kredit yang telah tersimpan di dalamnya.

Nah, dibalik kemudahan ada kejahatan yang mengintai, selalu waspada dan berhati-hati terhadap kartu kredit anda. Bila ada transaksi yang mencurigakan, segera hubungi call center bank penerbit kartu kredit anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.