Modus Baru! Penipuan Kartu Kredit Berkedok Mengaktifkan Kembali Kartu Kredit yang Sudah Tidak Valid!

Penipuan kartu kredit kian bermacam-macam modus-nya. Kasus terbaru, yakni penipuan kartu kredit dengan modus modifikasi kartu kredit yang sudah tidak aktif, menjadi aktif kembali bahkan dengan limit yang tidak terbatas (unlimited). Kartu kredit yang aktif kembali tersebut kemudian digunakan untuk belanja.

Aksi penipuan kartu kredit tersebut dilakukan oleh Kiradi Syahputra alias Hoeki, Basri Siregar, dan Muhammad Fadli Nasution. Berkat polisi, ketiga pelaku berhasil ditangkap oleh Badan Siber Bareskrim Polri. Ketiga pelaku diketahui menyebabkan kerugian bank hingga lebih dari 2.5 miliar rupiah.

Bagaimana Cara Tersangka Mengaktifkan Kembali Kartu Kredit yang Sudah Tidak Berlaku?

Para tersangka ternyata memiliki aplikasi yang mampu mengaktifkan kembali kartu kredit yang sudah tidak berlaku atau tidak valid. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subdit I Badan Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Doni Kustoni.

“Tersangka mempunyai aplikasi yang bisa mengaktifkan kembali kartu kredit yang telah tidak valid,” kata Doni.

Pertama-tama, para tersangka mencari kartu kredit yang sudah tidak berlaku kemudian membelinya. Chip yang ada di kartu kredit dilepas untuk disambungkan ke laptop yang telah memiliki aplikasi khusus tersebut. Dengan Aplikasi khusus itu, para tersangka bisa mengaktifkan kembali kartu kredit yang sudah tidak berlaku sehingga kartu bisa dipakai kembali untuk belanja dengan limit yang tidak terbatas.

Baca juga: SMS Banking Kartu Kredit, Informasi Kartu Kredit dalam Genggaman

Hoeki yang merupakan salah satu tersangka mengaku membeli aplikasi tersebut di internet. Bagaimana cara pakainya, Hoeki juga mempelajari secara autodidak dari internet. Para tersangka mengaku telah beroperasi sejak 2017, dan telah beraksi di daerah Aceh, Medan, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta dan Yogyakarta.

Aksi Penipuan Kartu Kredit Sebabkan Kerugian Hingga 2,5 Milyar Rupiah

Kebanyakan kartu kredit yang sudah dimodifikasi tersebut digunakan untuk membeli emas, ponsel bahkan mobil lalu kemudian dijual kembali. Akibat perbuatan para tersangka, ada sebuah bank yang mengalami kerugian hingga mencapai 2.5 miliar. Meski begitu, rata-rata setiap transaksi yang dilakukan berkisar di angka 30 juta supaya tidak mencurigakan bank.

Dari tangan para tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa 53 keping kartu kredit dari salah satu bank. Atas aksinya, para tersangka diancam dengan pasal penipuan dalam KUHP, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. “Ancaman pidananya 20 tahun kurungan penjara,” ujar Doni.

Supaya Kartu Kredit yang Sudah Non-aktif Tidak Disalahgunakan

Nasabah pemegang kartu kredit, bila anda memiliki kartu kredit yang sudah tidak aktif, tidak berlaku, atau tidak valid, jangan pernah membuangnya begitu saja. Pastikan untuk menggunting kartu kredit yang sudah tidak aktif tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, ini untuk menghindari data-data dalam kartu kredit tersebut diambil dan disalahgunakan seperti contoh kasus di atas.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.