Perbedaan Kartu Kredit dan Kartu Charge

Kartu kredit tentu anda sudah tidak awam lagi, begitu juga dengan secure credit card, karena pilihkartu.com sempat membahasnya beberapa waktu lalu. Tapi, tahukah anda ada satu lagi jenis kartu yang merupakan pendahulu dari kartu kredit, yakni kartu charge.

Jika kembali merujuk pada sejarahnya, kita akan tahu bahwa asal mula dari kartu kredit merupakan kartu charge, yakni sebuah kartu yang disebut sebagai Diner’s Club milik seseorang bernama Frank McNamara.

Kartu charge ini berfungsi untuk menggantikan uang tunai ketika makan atau minum di restoran. Pemegang kartu charge tidak perlu membayar dengan uang tunai, karena penerbit kartu charge yang akan menalangi pembayaran makanan dan minuman. Di akhir bulan, pemegang kartu charge harus membayar uang yang digunakan secara penuh.

Dalam perkembangannya, perusahaan lain ikut tertarik untuk membuat kartu sejenis. Sebut saja Mastercharge yang kini menjadi MasterCard. Meskipun kemunculan kartu kredit tidak bisa lepas dari andil kartu charge, tapi pada perjalanannya, kartu kredit meraih kepopuleran melebihi kartu charge.

Ini karena kartu kredit yang dirancang lebih fleksibel daripada kartu charge. Untuk memudahkan memahami perbedaan kartu kredit dan kartua charge, pilihkartu.com akan mengulas satu per satu perbedaan keduanya:

1. Pembayaran tagihan

Kartu charge: ini adalah perbedaan mendasar. Pemegang kartu charge harus membayar lunas (secara penuh) semua uang yang dipergunakan untuk transaksinya selama sebulan menggunakan kartu charge.

Kartu kredit: pengguna kartu kredit diberikan dua pilihan untuk pembayaran tagihan, yaitu minimum payment atau full payment. Minimum payment memperbolehkan pengguna kartu kredit membayar tagihannya dengan nilai minimumnya saja, yakni umumnya 10% dari total tagihan, akan tetapi buruknya, pemegang kartu akan dikenai bunga karena membayar dengan minimum payment ini.

Baca juga: Apply Secure Credit Card, Tak Perlu Pusing Soal Gaji Minimal

Jika membayar dengan full payment, maka pemegang kartu tidak akan dikenai bunga apapun, selama pembayaran tagihan tidak terlambat.

2. Limit kartu

Kartu charge: kartu charge tidak memiliki limit atau batasan penggunaan yang harus diperhatikan oleh pemegang kartu.

Kartu kredit: kartu kredit memiliki limit atau batasan nominal penggunaan kartu kredit. Pemegang kartu kredit harus memperhatikan batas nominal ini dalam menggunakan kartu kreditnya karena jika terjadi over limit, akan ada biaya over limit.

3. Denda

Kartu charge: bila pembayaran tagihan kartu charge anda tidak penuh, maka anda akan dikenakan denda berupa bunga dengan persentase tertentu.

Kartu kredit: hampir serupa dengan kartu charge, kartu kredit juga memiliki tingkat bunga yang besarnya rata-rata hampir sama pada setiap bank, yakni tidak akan melebihi 3%. Denda ini diberlakukan bila anda terlambat membayar tagihan kartu kredit.

4. Cara pengajuan

Kartu charge: cukup sulit, sehingga tidak semua orang bisa memiliki kartu charge. Kartu charge diklaim hanya untuk mereka yang memiliki kondisi keuangan sangat maju dan stabil.

Kartu kredit: kartu kredit mudah untuk diajukan oleh siapa saja. Hampir kebanyakan kalangan dalam masyarakat diberikan kesempatan untuk bisa mengajukan kartu kredit. Bahkan pengajuan kartu kredit bisa dilakukan secara online.

5. Masa berlaku kartu

Kartu charge: kartu charge memiliki peraturan akan masa berlaku kartu yang cukup ketat. Jika pemegang kartu charge tidak membayar tagihan secara penuh, maka saat itu juga kartu akan diblokir dan tidak dapat digunakan lagi.

Kartu kredit: kartu kredit relatif lebih longgar mengenai peraturan masa berlaku kartu. Kartu kredit memiliki masa berlaku kurang lebih 5 tahun. Akan tetapi, tidak ada pemblokiran kartu bila pembayaran tagihan tidak dilakukan secara penuh, kartu kredit masih tetap dapat digunakan.

Baca juga: UOB Luncurkan Kartu Kredit Bagi Pecinta Travelling

Di Indonesia, tidak banyak terdapat kartu charge. Kartu charge yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah American Express (Amex), tetapi hanya dapat dipergunakan ketika seseorang melancong ke Amerika.

Sementara di pasar lokal, ada beberapa bank yang pernah menghadirkan kartu charge, yaitu Danamon, BNI, CIMB, dan BCA Blue Card, akan tetapi kurang eksis. BNI dan CIMB masih bertahan dengan kartu charge berkonsep syariah.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.