Pria di Australia Ini Harus Bayar Tunggakan Kartu Kredit Selama 146 Tahun

Usut punya usut, pria malang bernama Assam yang tinggal di Australia tersebut memiliki hutang kartu kredit hingga menunggak. Pria yang merupakan penyandang cacat dan sudah pensiun tersebut tidak mampu lagi bekerja sejak tahun 2003. Bahkan Assam tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena sakit-sakitan.

Assam kemudian diberikan kartu kredit sebanyak 5 buah dari Commonwealth Bank, masing-masing limit kartu kreditnya adalah minimal 61.500-dollar Australia atau Rp 657.000.000 rupiah. Namun, pada perjalanannya, ternyata hutang kartu kredit Assam di Commonwealth Bank mencapai 44.000-dollar Australia atau setara Rp 470 juta.

Tagihan tersebut merupakan akumulasi setelah bank menaikkan batas limit dari 2000 dollar-australia (Rp 21,3 juta) menjadi 44.600 dollar-australia (Rp 476,4 juta) pada tahun 2015. Di tahun yang sama pula ia pindah apartemen karena tidak mampu membayar sewanya.

Di bulan Januari 2018, ia mendapatkan surat tagihan yang didalamnya juga tertulis keterangan ‘Jika Anda hanya melakukan pembayaran minimum setiap bulan, maka Anda akan melunasi saldo sekitar 146 tahun 5 bulan’. Sementara itu, perkiraan bunga yang harus ia bayar bisa mencapai total 340.604,78 dollar-australia (sekitar Rp 3,6 miliar).

Saat ini usia Assam 58 tahun, maka jika ia harus melunasi tagihan selama 146 tahun, maka tagihannya akan lunas pada tahun 2164 atau ketika Assam berusia 204, yang mana akan sulit bagi seorang manusia di jaman sekarang untuk mencapai usia panjang hingga 200 tahun lebih.

Pihak Commonwealth Bank buru-buru menyampaikan permintaan maaf yang ditujukan ke pelanggannya, melalui media massa News.com.au. Sebelumnya, Katherine Temple yang merupakan pejabat senior urusan kebijakan umum dari Consumer Action Law Center mengatakan bahwa mereka yang terjerat utang kartu kredit secara terus-menerus sebenarnya sangat menguntungkan bank. Tapi mencekik si pelanggan di lain sisi. Pernyataan Temple tersebut dimuat dalam News.com.au.

“Kami sepenuhnya telah menerapkan reformasi baru-baru ini terkait peningkatan batas kredit. Kami juga menggandeng Australian Securities and Investments Commission (ASIC), untuk meningkatkan persyaratan keterjangkauan kartu kredit baru dan peningkatan batas kredit yang akan kami terapkan.” Ujar juru bicara Commonwealth Bank.

Akhirnya, kasus Assam tersebut mendapat cap “bebas bersyarat” dengan pihak bank setelah Consumer Action Law Centre mengajukan keluhan kepada Financial Ombudsman Service atas namanya, menyoroti industri kartu kredit senilai 50 miliar dolar Australia di Negeri Kanguru.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.