Tagihan Kartu Kredit 1 M Setahun Wajib Dilaporkan ke Dirjen Pajak

Tahun 2017 lalu, pemerintah melalui Kementrian Keuangan mengeluarkan PMK No.228/PMK.03/2017 yang merupakan pengganti dari PMK No.16/PMK.03/2013 dan perubahannya. Peraturan Menteri Keuangan ini didalamnya memuat peraturan tentang kewajiban perbankan untuk menyerahkan data-data transaksi nasabah kartu kreditnya kepada Dirjen Pajak.

Lebih detail, PMK No.228/PMK.03/2017 berisi tentang Rincian Jenis Data dan Informasi serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang berkaitan dengan perpajakan. Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa aturan wajib lapor data dan informasi nasabah kartu kredit adalah untuk transaksi yang nilai tagihan minimal Rp 1 miliar per tahun.

Baca juga: PEMERINTAH KEMBALI MINTA DATA TRANSAKSI KARTU KREDIT NASABAH

Sebanyak 23 bank dan Lembaga penerbit kartu kredit diwajibkan untuk melaporkan data transaksi nasabahnya, selambat-lambatnya hingga akhir April 2019. Adapun menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengenai pelaksanaan penyampaian data transaksi kartu kredit nasabah akan diatur dalam dua hal.

“Pertama, (perbankan) wajib menyampaikan (data) hanya untuk total pembelanjaan atau tagihan paling sedikit Rp 1 miliar dalam setahun,” kata Hestu Yoga. Kedua, dirinya menambahkan, aturan penyampaian data dan informasi setiap tahun sesuai periode penyampaian data keuangan untuk saldo rekening per 31 Desember setiap tahunnya.

Data transaksi nasabah kartu kredit yang wajib dilaporkan adalah transaksi kartu kredit mulai periode Januari 2018 hingga Desember 2018. Data yang wajib dilaporkan adalah data transaksi selama kurun waktu satu tahun, dan dilaporkan hingga selambat-lambatnya April 2019. Data transaksi yang dilaporkan hanya yang mencapai tagihan minimal Rp 1 miliar dalam setahun.

Baca juga: BNI LUNCURKAN APLIKASI YAP UNTUK PEMBAYARAN NON TUNAI

Menkeu Sri Mulyani meminta penyerahan data secara bertahap supaya tidak membuat masyarakat khawatir. Data yang perlu dilaporkan antara lain berisi nama bank, nomor rekening kartu kredit, ID merchant, nama merchant, nama pemilik kartu, dan alamatnya. Selain itu, data Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau paspor, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), bukti tagihan, rincian transaksi, dan pagu kredit nasabah (limit kartu kredit).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.