NPL Meningkat, Transaksi Tarik Tunai Kartu Kredit Akan Dibatasi

Dunia perbankan Indonesia melaporkan adanya peningkatan NPL (Non Performing Loan) kartu kredit, khususnya dari hasil transaksi tarik tunai kartu kredit. NPL kartu kredit sering juga kita kenal dengan istilah kredit macet.

Mengapa Kredit Macet dari Tarik Tunai Kartu Kredit Meningkat?

Beberapa pihak menyebutkan bahwa kenaikan angka kredit macet dari transaksi tarik tunai kartu kredit, salah satunya dipicu oleh adanya kelesuan ekonomi. Kelesuan ekonomi ini meningkatkan jumlah nasabah yang melakukan tarik tunai menggunakan kartu kreditnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa hingga Maret 2016, NPL transaksi tarik tunai kartu kredit sebesar 2,83%. Angka ini naik dari 2,58% pada tahun 2015 lalu, dan 1,89% dari tahun 2014. Peningkatan ini membuat bank harus mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi transaksi tarik tunai kartu kredit.

Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa volume tarik tunai kartu kredit mengalami pelonjakan sebesar 74,92%, atau sebesar 6,61 juta transaksi. Padahal di tahun 2014, transaksi tarik tunai kartu kredit hanya sebesar 3,78 juta. Transaksi tarik tunai yang tercatat di OJK merupakan transaksi tarik tunai di ATM.

Menanggapi laporan dari OJK dan BI, pihak perbankan sendiri menyatakan bahwa persentase tarik tunai kartu kredit sejatinya masih berada di bawah 10% dari total transaksi kartu kredit. Bank BCA misalnya, transaksi tarik tunai kartu kredit BCA yakni sebesar 5% dari total transaksi kartu kredit BCA hingga bulan Mei 2016.

Bank BNI malah menyebutkan hal yang sebaliknya, pihaknya menyatakan bahwa hingga Maret 2016 transaksi tarik tunai kartu kredit BNI turun 20%. Dalam sebulan, transaksi tarik tunai kartu kredit Bank BNI kurang dari 7% dari keseluruhan transaksi kartu kredit.

Dari 22 bank dan 1 lembaga pembiayaan yang menerbitkan kartu kredit, masing-masing mencatat bahwa volume dan nilai transaksi tarik tunai mengalami peningkatan sebesar 11,36%. Adanya peningkatan transaksi tarik tunai ini dapat disimpulkan bahwa ternyata fungsi kartu kredit semakin bergeser menjadi alat untuk berhutang belaka.

Baca Juga:

Tentunya fenomena pergeseran fungsi kartu kredit menjadi alat berhutang semata tidak sesuai dengan semangat Bank Sentral, yakni kartu kredit sebagai alat untuk mempermudah transaksi finansial manusia. Untuk mengatasi hal ini, pihak BI menghimbau agar perbankan segera melakukan tindakan untuk mengurangi transaksi tarik tunai kartu kredit.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.