Wajib Pakai E-money di Toll Bikin Masyarakat Ciptakan Tongtol

Kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengguna jalan tol menggunakan e-money untuk membayar tarif tol melahirkan bisnis baru. Ada-ada saja masyarakat menciptakan ide dan inovasi. Seperti yang satu ini, kewajiban untuk bayar tarif tol menggunakan e-money (uang elektronik bisa berbentu kartu seperti kartu kredit) membuat orang untuk menciptakan alat bernama ‘Tongtol’.

Baca juga: Pengguna Tol, Sudah Tahu Wajib Bayar Tol Pakai Uang Elektronik?

Tongtol merupakan kepanjangan dari tongkat e-toll. Latar belakang lahirnya tongtol ini cukup menggelikan memang, yakni karena seringkali pengemudi mobil tangannya tidak sampai untuk menjangkau alat pembaca kartu e-money di penjaga toll. Kesulitan ini akhirnya menimbulkan ide untuk menciptakan tongtol, sebuah tongkat sebagai perpanjangan tangan pengemudi agar kartunya bisa didekatkan ke pembaca e-money.

Mulai Oktober 2017 nanti, semua pengguna toll wajib menggunakan e-money untuk membayar tarif toll, dan dilarang menggunakan uang tunai. Masyarakat melihat peluang ini sebagai ide bisnis, yakni dengan tongkat tol. Satu buah tongtol atau tongkat tol dibanderol paling murah 15.000 dan paling mahal 70.000 rupiah, tergantung jenis bahan yang dipakai, semakin bagus bahannya, semakin mahal harganya.

Meski tersedia dalam bermacam jenis bahan, tapi rupanya pembeli lebih menyenangi tongtol yang terbuat dari plastik, karena harganya lebih murah dan lebih ringan. Tongtol plastik tersedia dalam berbagai pilihan warna, yakni hijau, biru, merah, hitam dan putih.

Sementara itu, hadirnya tongkat tol ini turut membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono turut berkomentar. Menurutnya jika tongtol membantu maka itu hal yang bagus. Meski begitu, ia sendiri tak begitu tahu bagaimana bentuk dan wujud tongtol ini.

Baca juga: Jumlah Kartu Kredit Menyusut 800.000 Keping dalam Tiga Bulan

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra memang mengakui adanya kesulitan manakala ingin menempelkan kartu e-money ke mesin pembaca kartu. Walau begitu, ia mengaku bahwa tipe mesin pembaca kartu yang ada di tiap gerbang tol telah sesuai dengan standar pelayanan jalan tol yang telah ditentukan.

Kesulitan terjadi karena tipe kendaraan yang berbeda-beda, rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan MPV, jadi kemungkinan pengguna MPV tidak akan bermasalah ketika lewat. Lain dengan pengguna mobil sedan, cenderung akan lebih sulit. Maka dari itu, ia menilai sah-sah saja kehadiran tongtol ini. Tapi bila sudah sangat mengganggu kenyamanan, maka pihak BPJT akan melakukan evaluasi dan perbaikan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.