Tren Penutupan Kartu Kredit, Bank Gencarkan Promosi

Seperti yang sudah sering diberitakan, peraturan baru menkeu tentang wajib lapor data transaksi nasabah kartu kredit kian membuat bisnis kartu kredit terpuruk. Pasalnya, peraturan baru Menkeu tersebut benar-benar membuat publik khususnya pemegang kartu kredit gelisah, hingga menimbulkan fenomena tren penutupan kartu kredit.

Setelah sebelumnya dilaporkan bahwa semester I tahun 2016 bisnis kartu kredit di Indonesia mengalami perlambatan, kini dengan adanya peraturan baru Menkeu, bisnis kartu kredit semakin mendapat imbasnya dengan turunnya jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia.

Yuk, Pahami Kembali Aturan Menkeu

Namun, upaya pemerintah untuk kepatuhan dan kejujuran dalam laporan pajak memang disambut dengan baik bahkan oleh pihak bank sendiri. Terbukti dengan bijaknya mereka menyikapi adanya penurunan bisnis kartu kredit, dan berusaha untuk tetap mendukung peraturan pemerintah tersebut.

Saat ini, yang bisa dilakukan pihak bank untuk menggenjot kembali pertumbuhan kartu kreditnya adalah dari segi transaksi pemegang kartu yang masih setia bertahan dengan tidak menutup kartu kreditnya. Upaya ini dilakukan bank dengan lebih banyak memberikan promosi-promosi dan MAP agar transaksi kartu kredit kembali meningkat.

Seperti yang dilakukan Bank BNI misalnya, pihaknya berusaha menggenjot transaksi kartu kreditnya hingga akhir tahun ini dengan strategi captive market. BNI memilih untuk tidak terpuruk dengan kenyataan tren penutupan kartu kredit, dengan berfokus pada penambahan jumlah pemegang kartu kreditnya melalui strategi captive market.

Wajib Lapor Data Transaksi Kartu Kredit Mulai Berlaku Akhir Mei 2016

Upaya lain yang dilakukan Bank BNI untuk menggenjot penggunaan kartu kreditnya adalah dengan kerjasama pada merchant dengan jaringan yang lebih massif, serta masuk ke pasar e-commerce dengan lebih luas lagi. Bisa dipastikan dunia e-commerce maupun dunia transaksi offline akan semakin dibanjiri dengan promo-promo kartu kredit yang menarik. Jadi, jangan tutup dulu kartu kreditnya ya sobat!

Pihak di luar perbankan yang ikut mengantisipasi tren penutupan kartu kredit yaitu PT Mitra Adi Perkasa (MAP). Pihaknya mengaku porsi pembayaran ke perusahaan selama ini didominasi oleh kartu kredit, dengan persentase sebesar 55% dari kartu kredit dan 45% dari tunai.

Karenanya, dengan adanya tren penutupan kartu kredit yang melonjak sepanjang bulan April ini, pihaknya (MAP) akan menjalin kerjasama dengan berbagai penerbit kartu kredit untuk memberikan lebih banyak promo untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Selama ini, pihak penerbit kartu kredit dikenal banyak bekerjasama dengan merchant-merchant terfavorit untuk bisa memberikan promo-promo menarik kepada konsumen. Dengna demikian, promo-promo ini akan menjadikan pembayaran melalui kartu kredit lebih disukai dibanding uang tunai, karena adanya promo berupa diskon, reward poin,voucher maupun cashback yang diberikan bila membayar menggunakan kartu kredit.

Sementara itu, pemerintah tidak berencana untuk merevisi peraturan yang diberlakukan pada tanggal 22 Maret 2016 tersebut. Pihaknya akan tetap memberlakukan peraturan ini dan melihat hasilnya selama beberapa bulan ke depan.

Sobat, Yuk Pakai Kartu Kreditmu untuk Investasi

Nah, sobat, jadi jangan terpengaruh tren penutupan kartu kredit ini, jangan dulu tutup kartu kredit anda, karena ada sisi baik dari adanya peraturan Menkeu ini lho. Buktinya sebentar lagi akan ada tren promo-promo seru dan menarik dari kartu kredit dan merchant-merchant favorit anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.