Tren Penutupan Kartu Kredit: Siapa Sajakah yang Menutup Kartu Kredit?

Masih ingat dengan tren penutupan kartu kredit yang marak terjadi selama periode bulan April-Mei 2016 ini? Ternyata tidak semua kalangan nasabah mengikuti aksi menutup kartu kredit berjama’ah tersebut.

Dikutip dari kompas.com, tren penutupan kartu kredit ternyata didominasi oleh nasabah kartu kredit kelas atas. Nasabah kelas atas yang menutup kartu kredit memiliki limit kartu mulai dari 10 juta,20 juta, bahkan hingga ratusan juta.

Lalu mengapa ini bisa terjadi?

Laporan data transaksi oleh bank penerbit kartu kredit kepada Dirjen Pajak berguna bagi pihak perpajakan untuk melihat potensi penerimaan pajak. Dirjen Pajak ingin menggunakan data belanja kartu kredit untuk dicocokkan dengan laporan SPT yang diterima.

Tidak semua nasabah ingin data transaksi kartu kreditnya ditilik oleh pihak perpajakan. Setelah pemberlakuan peraturan Menkeu tersebut, ternyata nasabah kartu kredit kelas ataslah yang paling bereaksi. Terbukti dengan banyaknya aktivitas menutup kartu kredit dari kalangan nasabah kartu kredit kelas atas.

Golongan Nasabah Kelas Atas Dominasi Aksi Penutupan Kartu Kredit

Head of Consumer Card PT Bank Central Asia Tbk, Santoso mengatakan bahwa masyarakat kelas atas dan self-employed yang banyak melakukan penutupan kartu kredit. Golongan nasabah tersebut memiliki pendapatan per bulan di atas 10 juta dengan limit kartu kredit hingga ratusan juta.

Tren Penutupan Kartu Kredit, Bank Gencarkan Promosi

Santoso menambahkan bahwa hingga kini, tren penutupan kartu kredit yang terjadi kali ini memang berdampak bagi BCA, karena bank ini memiliki nasabah dengan golongan menengah ke atas yang lumayan banyak.

“Sekitar 60 hingga 70 persen nasabah kartu kredit Bank BCA adalah nasabah dengan limit kartu kredit di atas Rp20 juta,” kata Santoso.

Citibank Akui Tidak Banyak Nasabah yang Tutup Kartu Kreditnya

Lain Bank BCA, lain Citibank. Bank yang bermarkas di Amerika Serikat ini mengakui tidak melihat adanya major movement dari adanya peraturan Menkeu tentang wajib lapor data transaksi nasabah kartu kredit. Pihaknya masih berpikiran positif bahwa peraturan tersebut tidak akan berdampak begitu besar terhadap bisnis kartu kreditnya.

Kepada Kompas.com, diakui oleh Citibank bahwa tidak banyak nasabahnya yang menutup kartu kredit, sehingga Citibank tetap optimis akan target pertumbuhan kartu kredit sebesar 10% di tahun ini. Pihaknya akan berfokus untuk membidik penambahan jumlah kartu kredit untuk segmentasi kalangan menengah ke atas, dengan pendapatan minimal Rp10 juta per bulan.

Sobat, Yuk Pakai Kartu Kreditmu untuk Investasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.