Uang Online VS Kartu Kredit, Mana Yang Lebih Populer di Dunia Saat Ini?

Dunia yang semakin canggih dan modern mendorong terciptanya sistem pembayaran yang semakin mudah dan semakin fleksibel. Sekarang ini, dunia tak lagi hanya mengenal jenis uang kertas dan koin seperti dahulu kala, sekarang ini muncul jenis uang online. Sebuah jenis uang yang bisa dipakai di semua negara untuk bertransaksi.

Baca juga: Curi Kartu Kredit, Wanita Ini Kuras Limit Kartu Kredit Hingga Belasan Juta

Nah, menurut laporan terbaru dari PBB khusus dari bidang yang mengurusi masalah perdagangan dan pembangunan internasional, kabarnya sistem pembayaran dengan mata uang online, pembayaran mobile serta mata uang digital diramalkan bakal menggeser penggunaan kartu kredit dan kartu debit, untuk transaksi e-commerce di seluruh dunia, pada tahun 2019 nanti.

Sekarang mungkin belum banyak, apalagi di Indonesia yang gaungnya belum seheboh kartu kredit atau kartu debit, tapi sedikit demi sedikit e-commerce mulai menerima sistem pembayaran menggunakan mata uang online dan diramalkan penggunaannya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

South China Morning Post melaporkan bahwa tiga tahun lalu pemakaian kartu kredit dan kartu debit menguasai sebanyak 51% transaksi e-commerce global. Namun, jumlah ini akan menurun menjadi 46% pada tahun 2019 nanti.

United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) milik PBB melaporkan dalam ‘Information Economy Report 2017: Digitalisation, Trade and Development’, bahwasanya pembayaran digital di daerah yang tergolong maju didominasi oleh kartu kredit, kartu debit, dan e-wallet.

Akan tetapi, kejadian sebaliknya ditunjukkan oleh negara berkembang dimana kartu kredit justru jarang digunakan. Metode pembayaran online dan online mobile diketahui sedang tumbuh dengan pesat. China yang merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat, masyarakatnya lebih menyenangi metode pembayaran dengan Alipay, sebuah sistem pembayaran milik Alibaba.

Sebanyak 68% pembeli online di China menggunakan Alipay untuk membayar transaksi online mereka. Di Kenya, mobile money lebih sering diakses daripada kartu kredit, meski demikian untuk urusan transaksi e-commerce, masyarakat Kenya lebih senang menggunakan metode Cash on Delivery.

Baca juga: Jokowi Curhat Soal Dirinya yang Tidak Punya Kartu Kredit

Selanjutnya, masih dari laporan UNCTAD, masyarakat di berbagai negara nampak sangat familiar dengan pembayaran dompet elektronik sebagai pembayaran lintas negara. Pernyataan ini didukung data dari International Post Corporation di tahun 2016, yang menyatakan bahwa asosiasi dari 24 layanan post nasional melaporkan bahwa 41% pelanggan e-commerce di 26 negara menggunakan e-wallet.

Penggunaan kartu kredit malah hanya berada di angka 3% dan 18% nya menggunakan kartu debit atau bank transfer.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.