Wajib Lapor Data Transaksi Kartu Kredit Mulai Berlaku Akhir Mei 2016

Upaya serius pemerintah dalam memberlakukan peraturan wajib lapor data transaksi kartu kredit nasabah kepada Ditjen Pajak semakin terlihat. Akhir Mei 2016 ini, pihak bank sudah mulai diwajibkan untuk segera melakukan pelaporan data transaksi nasabah kartu kredit mereka.

Wajib Lapor Data Transaksi Kartu Kredit: Menurunkan pertumbuhan kartu kredit

Sebelumnya telah banyak pihak yang memprediksi bahwa peraturan baru ini akan membuat target pertumbuhan kartu kredit akan sedikit turun pada semester II tahun 2016 ini. Namun, semua belum pasti.

Pihak Bank BCA, Bank BNI, Bank Mega, dan Bank Permata diketahui mentargetkan pertumbuhan kartu kredit di tahun ini akan meningkat sebesar 10%-15%. Tapi pimpian Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta, memprediksi bahwa pertumbuhan kartu kredit akan menurun sedikit di bawah angka 10%-15% dengan adanya peraturan wajib laporan data transaksi nasabah kartu kredit.

Bukan tidak mungkin, tapi penilaian pimpinan AKKI tersebut memang masuk akal. Nasabah pemegang kartu kredit akan mengurangi transaksi dengan menggunakan kartu kredit mereka. Secara logika, tidak ada nasabah yang ingin data transaksi keuangan mereka ‘diintip’ oleh pihak lain.

Dilansir dari tribunnews.com, PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA), melalui direkturnya, Santoso menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau pertumbuhan bisnis kartu kredit dengan adanya penerapan wajib lapor data transaksi kartu kredit ke Ditjen Pajak, terhitung mulai akhir Mei 2016 ini.

Wajib Lapor Data Transaksi Kartu Kredit: Penurunan diharapkan hanya temporal

Namun, demikian beberapa bank masih optimis terbukti dengan tetap ditargetkannya pertumbuhan kartu kredit sebesar 10%-15%.  Jika pun peraturan wajib lapor data transaksi nasabah kartu kredit akan membuat bisnis kartu kredit melesu, diharapkan hanya bersifat sementara saja alias temporal karena peraturan masih bersifat baru.

Selama ini kartu kredit dinilai bermanfaat bagi beberapa kelas dalam masyarakat. Seperti kelas menengah yang menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan belanja rutin dan beberapa kebutuhan jasa tertentu.

Lalu, apakah sobat jadi takut menggunakan kartu kredit?

Tenang saja sobat, karena penggunaan kartu kredit yang sewajarnya tentu tidak akan berpengaruh terhadap kewajiban pajak yang harus sobat bayarkan setiap bulannya. Ditjen pajak menggunakan data transaksi kartu kredit anda untuk digunakan sebagai pembanding antara pajak yang anda laporkan dengan pola transaksi kartu kredit anda.

Yuk, tunggu apa lagi? Bikin kartu kredit mudah dan murah, via online di pilihkartu.com saja ^^, klik di sini untuk info lengkapnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.