Wanita di Karanganyar Solo Kebobolan Kartu Kredit Hingga Rp 134 juta

Kasus-kasus kebobolan kartu kredit memang kadang selalu ada, entah mengapa. Padahal keamanan kartu kredit sudah sangat tinggi, tapi memang para pembobol ini pintar-pintar sehingga bisa menembus keamanan kartu kredit yang berlipat.

Kali ini, seorang wanita di Karanganyar Solo yang menjadi korban kebobolan kartu kredit hingga Rp 134 juta. Apes memang, ia yang memiliki beberapa keping kartu kredit merasa tak pernah menggunakan kartu-kartunya hingga nilai tersebut.

Wanita berinisial LHJ, warga Gajahan, Colomadu, Karanganyar adalah seorang pengusaha. Dirinya mengaku sangat terkejut manakala di bulan Januari 2020 menerima tagihan kartu kredit sebesar Rp 134 juta rupiah. Padahal, seingat LHJ, dirinya tak pernah menggunakan kartu-kartunya untuk berbelanja online dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Miliki Empat Kartu Kredit

LHJ sendiri mengaku memiliki empat kartu kredit, yakni kartu kredit BNI Visa, BNI Garuda, kartu kredit BNI, dan kartu kredit BCA. Ia mengaku tagihan sebesar Rp 134 juta tersebut datang dari keempat kartu kreditnya melalui pesan email.

Melihat tagihan tersebut, LHJ lantas menyampaikan aduan ke Bank BCA dan Bank BNI, tempat ia membuat kartu kreditnya. Bank kemudian meminta LHJ untuk menunggu sembari mereka melakukan investigasi. Adapun menurut LHJ, transaksi senilai Rp 134 juta rupiah tersebut dilakukan dalam waktu dua hari, yakni tanggal 16 Januari 2020 dan 19 Januari 2020.

Detail transaksi antara lain: tanggal 16 Januari 2020 malam, terhitung ada 24 transaksi dari tiga kartu kredit dengan nomor belakang yang berbeda-beda, kerugian dari 24 transaksi tersebut adalah sebesar Rp 120,2 juta rupiah. Kemudian di tanggal 19 Januari 2020, kartu kredit LHJ kembali dibobol dalam satu transaksi dengan nilai Rp 13,9 juta rupiah.

Laporkan Kasus Pembobolan Kartu Kredit ke Polda Jateng

Meski sudah melaporkan kasus tersebut ke bank tempat kartu kreditnya diterbitkan, LHJ tak merasa puas. Atas kasusnya tersebut, ia melalui kuasa hukumnya Kusuma Putra S.H., M.H., melaporkan kasus tersebut ke Polda Jateng, bagian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Pihak LHJ dan kuasa hukumnya menginginkan ada pengungkapan kasus dari jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng. Kusuma Putra mengatakan bahwa kliennya ingin mengetahui siapa yang membobol kartu kreditnya.

Menurut Kusuma, untuk menelusuri kasus pembobolan kartu kredit ini bisa dilakukan dengan melacak jejak transaksi pelaku di sejumlah toko online. Menurutnya, ini merupakan bentuk keseriusan kliennya (LHJ) dalam menyatakan bahwa bukan dirinya lah yang melakukan transaksi-transaksi online dengan kartu kredit tersebut.

Nantinya, bukti laporan dari Ditreskrimsus Polda Jateng akan ia teruskan ke pihak bank, agar bank tidak mengirimkan tagihan kepada kliennya tersebut. Ia juga berharap agar kliennya tidak menerima tindakan pemblokiran kartu kredit maupun terjerat dalam pusaran BI Checking.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.