Waspadai Kejahatan Penjualan Data Nasabah oleh Marketing Kartu Kredit

Masyarakat kini harus semakin berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi mereka. Pasalnya, sekarang ini dengan bermodalkan data-data pribadi dan dokumen-dokumen tertentu, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa menggunakannya untuk kejahatan.

Salah satu contoh kejahatan penggunaan data nasabah adalah yang baru-baru ini merebak di Jakarta Selatan. Seorang anggota sindikat kejahatan kartu kredit dibekuk oleh polisi atas tindakannya memalsukan kartu kredit, dan menggunakannya untuk berbagai transaksi di mall maupun gesek tunai.

Membeli data nasabah dari marketing kartu kredit

Ini dia alasan mengapa penting untuk ekstra hati-hati dalam mengajukan kartu kredit via marketing kartu kredit. Pasalnya, kita tidak tahu apakah setelah pengajuan, data-data kita nanti aman ataukah tidak. Marketing kartu kredit yang nakal bisa saja menjual data-data calon nasabah ke sindikat kejahatan perbankan.

Untuk selanjutnya, tinggal sindikat kejahatan tersebut beraksi dalam menggunakan data-data yang diperolehnya untuk mengajukan kartu kredit baru.

Bagaimana pelaku menjalankan aksinya?

Pertama, oknum sindikat kejahatan kartu kredit membeli data-data nasabah dari marketing kartu kredit. Data-data nasabah ini termasuk lengkap karena biasanya saat pengajuan kartu kredit melalui marketing, calon nasabah akan memberikan data-data pribadi untuk dimasukkan ke formulir, serta melampirkan foto/scan NPWP, KTP, dan slip gaji.

Baca juga: Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing

Data-data yang lengkap ini cukup untuk dipakai oknum kejahatan kartu kredit dalam melakukan aksinya. Si penipu ini kemudian membuat KTP palsu dan meminta sim card baru dengan nomor telepon korban di gerai telekomunikasi. Dengan begini, penipu bisa menghubungi bank dengan tujuan membuat kartu kredit baru, alasannya karena kartu kreditnya yang lama hilang.

Ketika kartu kredit baru telah jadi, penipu ini menggunakan simcard barunya untuk mengaktifkan PIN kartu kredit, ketika semua telah siap dan bisa digunakan, pelaku menggunakannya untuk transaksi belanja di mall dan gesek tunai. Korban yang sesungguhnya kemudian mendapat telepon dari bank beserta tagihan kartu kredit atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya, tentu ini sangat merugikan dan meresahkan.

Baca juga: Tips Memilih Marketing Kartu Kredit Terpercaya

Wah, jahat sekali ya oknum-oknum kejahatan kartu kredit ini. Sobat pilihkartu harus lebih berhati-hati ya ketika mengajukan kartu kredit. Bila ingin membuat kartu kredit, sobat bisa mencoba cara-cara yang lebih aman dari datang ke marketing kartu kredit, seperti datang langsung ke bank atau via online langsung ke situs kartu kredit atau situs pihak ketiga terpercaya seperti pilihkartu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.