Lapor SPT Online diperpanjang Hingga 30 April 2016, Anda Sudah Lapor?

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Wajib Pajak (biasa disingkat WP) merupakan orang perorangan atau badan yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Seseorang yang telah memiliki NPWP, tidak peduli berapapun penghasilannya, maka ia adalah Wajib Pajak dan wajib melaporkan SPT.

SPT singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan, yang meliputi SPT PPh (Pajak Penghasilan) orang pribadi. Di tahun 2016 ini, deadline pelaporan SPT PPh adalah 31 Maret 2016, yang berarti hari ini seharusnya deadline pelaporan SPT online.

Metode Pelaporan SPT

Pelaporan SPT dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat, atau melakukan laporan SPT dengan cara e-filling online melalui situs https://efiling.pajak.go.id.

E-Filling SPT

Seorang teman sekantor saya, telah melakukan lapor SPT manual dengan mendatangi KPP terdekat di tanggal 28 Maret 2016. Ia menuturkan bahwa dirinya mengantri selama satu jam untuk keperluan lapor SPT. Tetapi, ternyata setelah lapor secara manual, ia mendapat feedback dari petugas untuk wajib melakukan e-filling melalui situs djponline (Direktorat Jendral Pajak Online).

Saya sendiri kurang begitu ‘ngeh’ dengan urusan lapor SPT online ini sebelumnya, hingga datang surat dari HR mengenai detil untuk laporan SPT saya. Masih belum ‘ngeh’ juga, saya biarkan kertas itu begitu saja teronggok meja.

Tapi kemudian, saya mulai ikut berpikir manakala teman-teman di kantor mulai kasak-kusuk untuk lapor SPT online. Akhirnya saya ikut-ikutan untuk lapor SPT online. Yang ternyata prosesnya lumayan, menjengkelkan.

EFIN (Electronic Filling Identification Number)

Mulai dari mendapatkan EFIN (Electronic Filling Identification Number) yang harus didapat dengan datang langsung ke KPP terdekat, dengan membawa formulir permohonan EFIN tentunya. Bersyukur, karena ternyata permohonan EFIN ini bisa diwakilkan, sehingga kami semua mengutus satu orang staf untuk memintakan EFIN kami ke KPP.

Setelah EFIN didapat, ternyata masalah belum berhenti sampai disitu saja. Masalah muncul manakala saya ingin masuk ke situs untuk melakukan e-filling. Situsnya sibuk! Sibuk sekali! Ya memang lumrah, mengingat itu adalah situs pemerintah dan yang mengakses halaman yang sama tentunya Wajib Pajak Indonesia, yang jumlahnya bisa ratusan juta orang.

Terhitung sejak pagi hingga sore, saya melakukan pekerjaan saya sembari ‘ngerefresh’ situs djponline demi bisa mengisi SPT. Sempat membuat emosi dan jengkel. Tetapi, akhirnya setelah mencoba berkali-kali tanpa henti, akhirnya SPT saya bisa terlaporkan juga.

Akhirnya, Deadline Lapor SPT Online diundur

Beberapa teman saya terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa mengisi SPT, dan deadline yang tanggal 31 Maret 2016. Tetapi, ternyata malam harinya ketika saya mengobrol dengan seorang teman dari Jakarta, ia menuturkan bahwa lapor SPT online diundur hingga 30 April 2016.

Nah, dengan demikian kini masih ada waktu untuk anda yang belum lapor SPT. Jangan sampai lewat tanggal 30 April 2016, karena akan ada denda untuk penyampaian SPT yang terlambat.

Saran saya pribadi sebagai warga negara yang berniat baik, dan berniat patuh, perbaikan sarana dan prasarana sebaiknya terus dilakukan pemerintah. Memang, sumber daya bisa terbatas, tapi bukan berarti tidak bisa dimaksimalkan.

Jika ingin memberlakukan suatu layanan, seperti e-filling SPT online misalnya, sebaiknya sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti server yang memadai diperhatikan betul. Dan informasi deadline pelaporan SPT sebaiknya juga massif dilakukan, supaya masyarakat bisa tahu jauh-jauh hari.

Pemegang NPWP nubie

Jumlah pemegang NPWP di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Ini karena mereka yang masuk dan bekerja di sebuah perusahaan pasti diwajibkan untuk membuat NPWP terlebih dahulu. Untuk para karyawan baru, yang baru pertama kali memiliki NPWP dan berurusan dengan pajak, tentu ini agak memusingkan, mengingat perhitungan pajak yang tidak mudah dipahami.

Guna NPWP

Yang para karyawan baru ini ketahui, memiliki NPWP berarti mereka memiliki penghasilan tetap dan merupakan seseorang yang dikenai pajak. Selain itu, memiliki NPWP berarti mereka bisa leluasa menggunakannya untuk keperluan lain, seperti membuat kartu kredit, mengajukan kredit kendaraan bermotor, kredit perumahan, dan lain sebagainya.

Nah, sobat pilihkartu, punya NPWP? Bikin kartu kredit aja yuk, jangan lupa lapor SPT online nya ya

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.