Mengatasi Tunggakan Kartu Kredit dengan Negosiasi ke Bank

Saya pemegang kartu kredit BNI dan kartu kredit Mega Barca Card. Awalnya bikin kartu kredit cuma ikut-ikutan temen kantor, selain itu kayaknya menguntungkan juga punya kartu kredit, tergiur bisa beli ini itu dicicil hehehe.

Kartu kredit pertama saya adalah kartu kredit BNI, limitnya 5 juta. Beberapa bulan setelah punya kartu kredit BNI, datanglah marketing kartu kredit Mega ke kantor saya, nawarin kartu kredit Mega Barca Card, kartu kredit Mega Carrefour, dan kartu kredit Mega TSM Card.

Sepengalaman saya pakai kartu kredit BNI, saya masih oke-oke saja. Tidak ada masalah tagihan kartu kredit membengkak, atau gak bisa bayar tunggakan kartu kredit. Maka dari itu, saya pede aja apply kartu kredit lagi, yaitu kartu kredit Mega Barca Card, yang katanya denger-denger lagi gampang approve waktu itu.

Baca juga:

Dalam waktu kurang dari sebulan setelah proses pengajuan kartu kredit, kartu kredit Mega Barca Card saya diantar oleh kurir ke kantor. Saya seneng banget waktu itu, selain karena desainnya itu klub bola favorit saya, limitnya waktu itu saya dapet 5,5 juta meski kartu kredit Mega Barca Card saya jenisnya platinum, duhh.

Pemakaian Kartu Kredit Awal-Awal Lancar Saja

Pada awalnya, pemakaian kartu kredit saya baik kartu kredit BNI dan kartu kredit Mega Barca Card lancar-lancar saja. Saya masih bisa mengatur pengeluaran dengan baik. Masalah baru muncul, kemarin-kemarin ketika saya harus ke Jepang untuk tugas kantor.

Selama di Jepang, transaksi saya selama di Jepang sebagian memakai kartu kredit, sebagian memakai akomodasi dari kantor. Ketika di Jepang, saya menggunakan kartu kredit Mega Barca Card saya untuk berbagai transaksi di sana. Karena tergolong transaksi di luar negeri, maka nilai transaksi bergantung rate atau kurs.

Baca juga:

Sialnya, saya jarang memeriksa kurs, dan asal gesek kartu kredit. Akibatnya, ternyata total transaksi kartu kredit saya selama di Jepang melebihi budget karena masalah kurs yang lebih tinggi dari yang saya perkirakan.

Yang lebih bikin ‘ngenes’ lagi, selama di Jepang saya ga bisa telepon ke Bank Mega di Indonesia untuk minta ubah transaksi kartu kredit saya ke skema cicilan (yang pastinya akan meringankan beban pembayaran tagihan kan). Perlu dicatat, kalau mau ubah transaksi ritel dengan kartu kredit ke skema cicilan, bisa telepon langsung ke Bank Mega maksimal 3 hari setelah transaksi.

Ketika tagihan datang, ternyata tagihan kartu kredit saya sudah maksimal dan saya harus bayar full payment atau kalau tidak ya bakal kena bunga. Apalagi saya harus bayar tagihan kartu kredit BNI juga, di situlah saya merasa sangat pusing hehehe.

Sampai suatu ketika, teman sekantor menyarankan saya untuk negosiasi dengan bank mega langsung untuk masalah penyelesaian tunggakan kartu kredit. Bener juga sih, daripada ga bisa bayar, kena bunga, atau kalau ga dibayar-bayar tunggakan kartu kredit nya takut juga kalo didatengin debt collector hehe.

Akhirnya saya memberanikan diri datang ke kantor cabang Bank Mega terdekat, ketemu Customer Service nya yang ramah dan ganteng. Saya ceritakan masalah dan keinginan saya, dan akhirnya dapat solusi untuk menjadikan separuh tunggakan kartu kredit saya menjadi skema cicilan bunga ringan selama 12 bulan.

Yah, di situ saya merasa sedikit lega dan terbantu karena bisa bayar tunggakan kartu kredit lebih ringan dari yang seharusnya. Buat temen-temen, sekedar share pengalaman aja nih kalau ke luar negeri cek deh kurs nya kira-kira cocok engga dengan budget kita. Terus kalau yang udah telanjur punya masalah tunggakan kartu kredit ga bisa bayar tagihan kartu kredit, baiknya diselesaikan dengan baik-baik ke bank langsung, bank open kok untuk diskusi dengan customernya! Ingat tanggal perjanjian waktu dan nama CS via telpon yang merubah tagihan kita menjadi cicilan.

Narasumber:
A.N, Jakarta

Loading...
11 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 Official PilihKartu.com Blog.