Biaya Surcharge Kartu Kredit, Biaya Apa Lagi Sih?

Setelah kemarin pilihkartu.com mengulas tentang adanya cross border fee atau biaya transaksi lintas negara, sekarang mari kita beralih ke satu lagi biaya yang bisa saja muncul ketika Anda bertransaksi menggunakan kartu kredit.

Biaya ini sering disebut dengan biaya surcharge kartu kredit. Lalu apa sih pengertian biaya surcharge kartu kredit ini?

Biaya surcharge kartu kredit merupakan biaya yang dikenakan kepada pemegang kartu ketika bertransaksi menggunakan kartu kreditnya di merchant. Akar dari lahirnya biaya surcharge kartu kredit, yaitu dari hubungan pihak merchant dengan penerbit kartu kredit. Mudahnya, mari kita lihat simulasi berikut ini:

Pihak penerbit kartu kredit melakukan kerja sama dengan pihak merchant dalam hal penyediaan sistim pembayaran transaksi yang aman, mudah, cepat, dan terpercaya (digital payment). Akan tetapi, layanan oleh pihak bank kepada merchant ini tidak gratis. Logikanya, pihak penerbit kartu kredit akan mendapatkan beberapa persen keuntungan dari merchant, atas kerjasama penyediaan sistim digital payment ini.

 

Baca juga: Tercekik Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit

 

Besar surcharge yang dibebankan oleh pihak penerbit kartu kredit kepada pihak merchant senilai 3%, sehingga jika dalam sehari sebuah merchant memproses transaksi dengan kartu kredit A senilai 100 juta, maka keuntungan yang didapat oleh penerbit kartu kredit dari transaksi ini adalah sebesar 3 juta. Itu baru 1 merchant, Anda bisa membayangkan berapa keuntungan yang masuk ke kantong penerbit kartu kredit, jika ada ribuan merchant yang bekerja sama.

Di sisi lain, ada keengganan dari pihak merchant terhadap keadaan yang demikian itu. Jika pihak merchant menolak membayar surcharge, pihak penerbit kartu kredit bisa saja memutuskan hubungan kerja sama dan menarik mesin EDC dari merchant. Tapi, jika penerbit kartu kredit memutus hubungan kerja sama, tentu mereka akan kehilangan sumber pendapatan dari merchant tersebut.

Oleh karenanya, supaya hubungan merchant-penerbit kartu kredit ini tetap terjaga, maka pihak merchant terpaksa membebankan biaya surcharge kepada pemegang kartu kredit. Memang terdengar merugikan pemegang kartu kredit, akan tetapi pihak merchant akan memberitahukan kepada Anda mengenai adanya surcharge sebesar 3% ketika Anda akan membayar menggunakan kartu kredit. Di sini, Anda bisa saja menolak atau menerimanya.

 

Baca juga: Cuma Modal Kartu Kredit, Bisa Investasi?

 

Sebetulnya, adanya surcharge kepada pemegang kartu kredit telah dilarang oleh Bank Indonesia dalam peraturannya No. 11/11/PBI/2009 yang isinya menegaskan bahwa penerbit kartu kredit wajib menghentikan kerjasama dengan toko yang merugikan pemegang kartu kredit maupun penerbit kartu kredit.

Praktek pengenaan biaya surcharge kartu kredit oleh merchant kepada pemegang kartu kredit dinilai merugikan, sehingga pihak pemegang kartu kredit boleh saja mengajukan klaim kepada pihak penerbit kartu kredit. Ada beberapa cara untuk menghindarinya, yakni bertransaksi di merchant yang tidak memberlakukan surcharge kepada pemegang kartu kredit. Kedua, pisahkan nominal transaksi yang sesungguhnya dengan nominal surcharge-nya, Anda bisa menjadikannya sebagai bukti untuk mengajukan klaim tersebut ke pihak penerbit kartu kredit.

Demikian semoga informasi di atas membantu ya sobat pilihkartu.com, meskipun demikian, jangan takut dan ragu untuk memiliki kartu kredit, karena sejatinya masih banyak manfaat lain yang bisa Anda dapat dari kartu kredit. Yuk, semangat apply^^!

 

Baca juga: Cross Border Fee, Biaya Tak Terlihat yang Muncul di Lembar Tagihan

 


Komentar untuk Biaya Surcharge Kartu Kredit, Biaya Apa Lagi Sih?

Rekian 09 November 2016

nice info
Related Article
Sobat pilihkartu.com, selain sebagai media pembaya...
Dalam dunia transaksi per-kartukredit-an, kita ser...