Menggunakan Kartu Kredit Orang Lain untuk Transaksi?

Kartu kredit merupakan alat pembayaran digital yang sangat perlu dijaga keamanannya. Nasabah pemegang kartu kredit sebisa mungkin tidak boleh dibuat khawatir akan masalah keamanan dalam kartu kredit.

Oleh karenanya, tak heran bila seringkali kita temui syarat penggunaan kartu kredit yang bermacam-macam dengan prosedur yang panjang kali lebar. Biarpun pihak penyedia teknologi pembayaran melalui kartu kredit telah berusaha memangkas segala bentuk kerumitan dalam pemakaian, tetap saja karena ini demi keamanan, berbagai lapisan perlindungan harus diciptakan.

Lalu, apakah kita bisa menggunakan kartu kredit orang lain untuk transaksi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan, di antaranya adalah seperti tertera di bawah ini:

Perlindungan dengan PIN 6 digit

PIN 6 digit yang diberlakukan sejak awal tahun 2015 diklaim akan meningkatkan keamanan penggunaan kartu kredit. Terutama untuk penggunaan kartu kredit di merchant-merchant offline, yang selama ini memerlukan verifikasi melalui tanda tangan saja, kini akan segera digantikan dengan PIN 6 digit.

PIN 6 digit ini adalah bentuk kepedulian dari pemilik jaringan kartu kredit, untuk nasabah pemegang kartu kreditnya. Maka dari itu, seringkali pemegang kartu dihimbau agar tidak memberitahukan PIN 6 digit ini kepada siapapun demi menghindari penyalahgunaan.

Baca juga: Peraturan Wajib Pin 6 Digit Kartu Kredit Diundur Hingga Tahun 2020

Bila setelah dihimbau masih saja ada nasabah yang dengan lalai memberitahukan PIN 6 digit ini kepada orang lain, tentu bank penerbit kartu kredit tidak akan bertanggung jawab untuk masalah kelalaian ini.

Tidak bijaksana jika Anda meminjamkan kartu kredit pribadi Anda kepada teman Anda dengan memberikan identitas kartu kredit beserta PIN 6 digit ini. Sebaiknya, Anda sendiri yang melakukan transaksi untuk teman Anda, daripada memberitahukan seluruh informasi kartu kredit kepada teman Anda.

Baca juga: Buat Pin Yuk, Agar Transaksi Lebih Aman

Perlindungan Belanja Online dengan PIN

Jaringan kartu kredit yang berfungsi menyediakan teknologi pembayaran melalui kartu, telah berusaha memberikan fasilitas pembayaran dengan sistem keamanan berlapis, sebut saja VISA yang mengadopsi teknologi 3D Secure Dynamic PIN dan menamai teknologinya dengan brand Verified by Visa, atau MasterCard yang juga mengadopsi teknologi serupa dan menaruhnya di bawah payung brand MasterCard SecureCode.

Teknologi 3D Secure Dynamic PIN yang diadopsi oleh jaringan penyedia kartu kredit di atas, merupakan teknologi dengan jalan memasukkan PIN yang dikirimkan ke handphone pemegang kartu melalui SMS. Teknologi ini dirasa cukup ampuh karena orang lain tidak akan dapat menggunakan kartu kredit Anda untuk transaksi jika tidak memasukkan PIN. Teknologi ini digunakan pada saat Anda ingin berbelanja online menggunakan kartu kredit.

Baca juga: 3D Secure Dynamic PIN untuk Keamanan Berbelanja Online dengan Kartu Kredit

3 Digit di Belakang Kartu

Selain PIN 6 digit yang harus dirahasiakan, adapula 3 nomor digit di belakang kartu yang harus Anda rahasiakan pula. Nomor ini adalah nomor identitas kartu kredit yang bisa disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Maka dari itu, pemegang kartu kredit dihimbau untuk menjaga kartu kreditnya agar tak sampai jatuh ke tangan orang lain.

Verifikasi Tanda Tangan

Ketika Anda ingin membayar transaksi di merchant offline, kasir akan mengeluarkan struk dari mesin EDC. Sebelum adanya teknologi PIN 6 digit, Anda harus menandatangani struk ini tadi, supaya pembayaran Anda sah.

Kasir hanya akan mengecek apakah tanda tangan Anda telah sesuai atau belum dengan contoh tanda tangan asli pemegang kartu. Tetapi, cara ini tidak efektif karena tidak semua merchant berlaku selektif memeriksa kecocokan tanda tangan.

Pada banyak kasus, ada merchant yang meloloskan begitu saja seorang pencuri yang menggunakan kartu kredit curian untuk berbelanja. Tanpa memeriksa lebih lanjut tanda tangannya, kasir menerima pembayaran begitu adanya. Akhirnya, rugilah semua, baik pihak bank, pemilik kartu kredit, maupun merchant itu sendiri.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menggunakan kartu kredit orang lain untuk transaksi adalah tidak bijaksana. Meskipun ini secara praktikal bisa dilakukan, tetapi tetap saja tidak etis.

Menggunakan kartu kredit orang lain untuk bertransaksi berkaitan dengan pemberian informasi rahasia kartu kredit, yang telah dengan tegas dianjurkan oleh bank penerbit untuk tidak dilakukan.

So, masih ingin membiarkan kartu kredit kita begitu saja dipindahtangankan?


Komentar untuk Menggunakan Kartu Kredit Orang Lain untuk Transaksi?

Akil 04 November 2016

Saya mendapat tagihan kartu kredit yang transaksinya dilakukan pihak lain mungkin melalui internet. Pihak bank tetap membebankan tagihan tersebut kepada saya walau saya sudah menolak tagihan tersebut. Apakah saya bisa mendapat perlindungan hukum sehingga tagihan tersebut saya abaikan, apa konsekuensinya jika saya abaikan tagihan tersebut? Mohon pencerahan nya min

admin 04 November 2016

Hai Akil, Untuk masalah ini sebaiknya jangan diabaikan tagihan tersebut, jika kamu abai, ban akan tetap menagih bahkan bisa dikenai bunga bila terlambat membayar tagihan. Jika memang bukan kamu yang melakukan transaksi tersebut dan bank tetap menolak, kamu bisa mencoba berbicara ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang merupakan lembaga pengawas keuangan termasuk perbankan. Jangan lupa sertakan bukti2 kuat kalau kamu memang tidak melakukan transaksi tersebut ya :). Semoga informasi ini membantu.
Related Article
Generasi modern saat ini, nampak semakin tergiur d...
Terhitung sejak awal tahun 2015 lalu, pemerintah I...