Skema Bisnis Kartu Kredit Rating : 5/5 (1)

Sudah sering mengenal kartu kredit? Bahkan sudah kerap berurusan dengan transaksi menggunakan kartu kredit? Lalu apakah anda mengetahui bagaimana sebetulnya skema bisnis kartu kredit?

Sebetulnya, ada dua jenis skema kartu kredit, yakni skema kartu kredit dengan 3 elemen dan skema kartu kredit dengan 4 elemen. Umumnya, yang menggunakan kartu kredit dengan skema 3 elemen seperti Diners Club, American Express, atau Discover Card, yang mana pada ketiganya, Bank Penerbit Kartu Kredit juga berperan sebagai Brand Kartu Kredit.

Baca juga: Beda antara Brand Kartu Kredit dan Publisher Kartu Kredit

Sementara pada skema kartu kredit dengan 4 elemen, terdapat perbedaan antara Bank Penerbit Kartu Kredit dan Bank Penerima. Bank Penerima adalah brand kartu kredit, seperti VISA, MasterCard, JCB, dsb. Sementara Bank Penerbit Kartu Kredit di antaranya seperti Bank Mandiri, Bank Mandiri, Bank BCA, dsb.

Di bawah ini adalah skema kartu kredit dengan 4 elemen:

Gambar di atas merupakan alur sederhana skema bisnis kartu kredit. Perhatikan penjelasan gambar di bawah ini untuk informasi lebih detil mengenai skema bisnis kartu kredit.

1. Card holder/pemegang kartu kredit ke merchant

Card holder atau pemegang kartu kredit melakukan pembelian barang atau jasa ke merchant, dengan menggunakan kartu kredit miliknya, misal nominal pembelian sebesar 100.000.

Merchant menerima pembayaran transaksi menggunakan kartu kredit dari pemegang kartu serta memberikan barang/ jasa yang dibeli.

2. Merchant kepada Acquirer bank/bank penerima kartu kredit

Acquirer bank atau bank penerima kartu kredit kemudian mendapatkan tagihan dari merchant sebesar nomina transaksi dikurangi 3% untuk komisi, sehingga tagihan dari merchant sebesar Rp97.000.

Bank penerima kemudian mentransfer sejumlah uang kepada merchant dengan nominal sebesar Rp97.000.

3. Acquirer bank ke Bank penerbit kartu kredit

Bank penerbit kartu kredit kemudian kembali mengklaim tagihan ke bank penerbit kartu kredit dengan nota transaksi sebesar 100.000.

Bank penerbit menerima tagihan tersebut kemudian akan mentransfer sejumlah uang kepada bank penerima dengan potongan komisi, misalkan potongan komisi sebesar 2,2% sehingga bank penerima hanya mendapat 97.800. Sehingga bank menerima mendapat komisi sebesar 3%-2.2%=0.8%.

4. Tagihan bank penerbit ke pemegang kartu

Bank penerbit kartu kredit kemudian menagihkan kepada pemegang kartu kredit sesuai dengan nota awal transaksi yakni sebesar Rp100.000.

Pemegang kartu kredit melakukan transfer pembayaran sesuai dengan nota transaksi atau sales slip.

Baca juga: Menggunakan Kartu Kredit Orang Lain untuk Transaksi?

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Skema Bisnis Kartu Kredit

Bambang 09 November 2016

(5)
Nice info min! smoga bermanfaat juga nih buat pebisnis lain juga! thanks!

admin 09 November 2016

(0)
Semoga bermanfaat ^^b.
Artikel Terkait