Beberapa Hal yang Berubah Selepas Mahasiswa Kemudian Bekerja


Beberapa Hal yang Berubah Selepas Mahasiswa Kemudian Bekerja Rating : 0/5 (0)

Kehidupan saat menjadi mahasiswa jelas sangat berbeda dengan bekerja. Ada beberapa hal yang berubah selepas menjadi mahasiswa, lalu kemudian bekerja di sebuah instansi pemerintahan maupun swasta.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berubah selepas mahasiswa dan kemudian bekerja:

1. Punya gaji

Hal yang menyenangkan selepas menjadi mahasiswa dan bekerja, tentu saja adalah memiliki gaji. Ya, berbeda dengan ketika kita mahasiswa dan harus mengeluarkan uang setiap hari, baik itu untuk biaya makan, bensin, biaya praktikum, mencetak tugas-tugas, hingga biaya kuliah yang tiap semester itu.

Mudahnya, ketika menjadi mahasiswa kita cenderung mengeluarkan uang daripada menghasilkan uang. Namun, ini wajar saja, namanya juga belajar pasti butuh biaya. Ibarat pepatah jawa, ‘jer basuki mawa bea’ yang kurang lebih berarti untuk menuntut ilmu itu butuh biaya.

Ketika lulus kuliah, dan menanggalkan status sebagai mahasiswa, anda tak sabar menyandang gelar baru di dunia kerja, yakni karyawan, staf, atau pegawai. Bila berhasil menyandang status karyawan, staf atau pegawai, kurang lebih pola pikir anda akan berubah, yakni bekerja untuk menghasilkan.

Baca juga: Tips Ajukan Kartu Kredit untuk Mahasiswa

Anda bekerja di sebuah perusahaan milik pemerintah maupun swasta, intinya tetap satu, anda adalah orang yang dianggap mampu berkontribusi untuk memajukan perusahaan. Maka dari itu, perusahaan akan menilai setiap yang anda lakukan untuk perusahaan melalui sistem gaji.

Dari fase mahasiswa (pelajar) yang mana anda mengeluarkan uang, kini anda menjadi karyawan/staf dan menghasilkan uang.

2. Punya jaminan kesehatan sendiri

Sebetulnya, ketika menjadi mahasiswa pun anda dijamin kesehatannya oleh kampus. Biasanya ketika pendaftaran ulang mahasiswa tiap semester, akan ada biaya tambahan untuk jaminan kesehatan tersebut.

Kemudian anda diberikan kartu jaminan kesehatan khusus dari kampus anda, dan bisa digunakan di pusat kesehatan milik kampus, atau rumah sakit tertentu dengan ketentuan khusus.

Ketika bekerja, anda juga mendapatkan jaminan kesehatan dari perusahaan. Khusus di Indonesia, jaminan kesehatan yang diwajibkan untuk diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya adalah BPJS Kesehatan. Terutama perusahaan swasta, wajib memberikan fasilitas BPJS Kesehatan kepada karyawannya.

Iuran BPJS Kesehatan dari kantor akan dibayar oleh perusahaan anda sebesar beberapa persen. Nah, lumayan kan?

3. Punya jaminan tenaga kerja

Selain BPJS Kesehatan, pemerintah Indonesia juga memiliki produk BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga wajib diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Baik BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan merupakan hal yang wajib karena diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan sifatnya seperti pensiun, besarnya kira-kira 5,7% dari gaji bulanan, dimana 3,7% dibayarkan oleh perusahaan dan 2% dibayar oleh karyawan dengan memotong gaji langsung.

Suatu saat, BPJS Ketenagakerjaan ini dapat anda klaim dalam bentuk uang.

4. Jadi pembayar pajak

Ketika masuk kerja, anda akan dimintai nomor NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Kalau anda belum punya NPWP, maka anda akan diminta untuk membuatnya segera. Untungnya, sekarang ini membuat NPWP bisa dilakukan secara online melalui situs https://ereg.pajak.go.id/login .

Bila semua syarat termasuk pengisian formulir sukses dilakukan, maka anda tidak perlu datang ke kantor pajak terdekat untuk mendaftar. NPWP yang sudah jadi akan dikirim langsung ke rumah anda atau alamat kantor anda, tergantung mana yang anda inginkan.

Dengan memiliki NPWP, maka anda resmi menjadi warga pembayar pajak. Mengapa? Ini karena anda kini menjadi seorang karyawan/staf yang termasuk golongan berpenghasilan, dan karenanya wajib dikenai pajak penghasilan. Setiap bulan, gaji anda akan otomatis dipotong oleh perusahaan untuk dibayarkan pajak penghasilan anda.

5. Bisa mengajukan kartu kredit

Nah, ini dia yang menarik, yakni membuat kartu kredit. Mengapa menarik? Karena membuat kartu kredit syaratnya lumayan sulit. Tidak seperti kartu debit/ATM dimana anda akan langsung mendapatkannya hanya dengan membuka rekening di sebuah bank, tanpa perlu ada proses verifikasi khusus oleh bank.

Membuat kartu kredit, langkah-langkahnya cukup rumit. Anda harus lolos seleksi dokumen, verifikasi telepon, dan verifikasi analis bank baru bisa memperolehnya. Ketika menjadi karyawan, anda berkesempatan membuat kartu kredit lebih besar, mengapa? Karena syarat-syarat membuat kartu kredit bisa anda penuhi.

Baca juga: Pengajuan Kartu kredit ditolak? Pelajari Dulu Alasannya ya

Anda yang karyawan pemula, dengan gaji minimal 3 juta, sudah bisa membuat kartu kredit, dengan melampirkan dokumen:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi NPWP
  3. Slip gaji asli terbaru

Adapun proses verifikasi meliputi:

  1. Verifikasi telpon ke diri anda sendiri
  2. Verifikasi telepon ke atasan anda
  3. Verifikasi telepon ke saudara tidak serumah anda

Bila semua verifikasi telepon lancar, maka anda tinggal menunggu konfirmasi dari bank apakah diterima atau tidak aplikasi kartu kredit anda. Ingat, bisa jadi anda sudah melalui semua proses verifikasi tapi tetap tidak diterima, itu lumrah terjadi dan hanya pihak analis bank yang mengetahui alasannya.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Beberapa Hal yang Berubah Selepas Mahasiswa Kemudian Bekerja

Artikel Terkait