Berikan Kode OTP ke Penipu Kartu Kredit, Apakah Sah di Mata Hukum?


Berikan Kode OTP ke Penipu Kartu Kredit, Apakah Sah di Mata Hukum? Rating : 0/ 5 ( 0 )
Seorang pemegang kartu kredit memberikan kesaksian dalam sebuah acara bincang-bincang yang dipandu oleh Hotman Paris Hutapea, pengacara kondang yang belakangan sering muncul di televisi.

Beberapa narasumber juga ikut diundang dalam acara bincang-bincang yang ditayangkan di saluran Metrotvnews tersebut. Narasumber yang diundang terdiri dari pakar perbankan dan ahli hukum. Dalam acara bincang-bincang tersebut, tema yang dibawakan adalah “Mengenal Phishing, Modus Penipuan Bagi Pengguna Kartu Kredit”.

Phishing Kartu Kredit: Bukan Hal Baru


Phishing bukanlah hal baru, ia sudah lama dipraktikkan, hanya memang seiring berkembangnya jaman berkembang pula metode-metode phishing yang digunakan. Pemegang kartu kredit yang menjadi korban phishing kartu kredit, menceritakan pengalaman yang baru saja dialaminya.

Awal mula kejadiannya adalah ketika tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal dan mengaku sebagai pihak bank. Si penelpon kemudian mengatakan kepada korban bahwa ada 3 transaksi tak dikenal dan mencurigakan dari kartu kreditnya. Si penelpon kemudian meminta kode OTP, yang ia katakan sebagai kode untuk memblokir kartu kreditnya.

Baca juga: Langkah Aman Berkartu Kredit

Pada saat yang sama, ia menerima kode OTP dan kemudian memberikannya kepada si penelpon. Ketika ia menerima kode OTP yang kedua kalinya, korban langsung menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Seketika ia menutup telepon dan segera menghubungi bank penerbit kartu kredit.

Bank penerbit kartu kreditnya menyatakan bahwa memang ada transaksi senilai berapa puluh juta, dan tidak bisa membatalkan transaksi tersebut karena korban lah yang memberikan kode OTP. Ketika dilihat secara hukum maupun pakar perbankan, memang dinilai ada kelalaian dari pihak korban, yakni dengan memberikan kode OTP.


Kode OTP pada transaksi kartu kredit secara online berlaku layaknya PIN kartu kredit. Kode OTP (One Time Password) akan dikirimkan ke handphone pemegang kartu kredit, manakala ada transaksi kartu kredit secara online. Kode OTP ini berlaku satu kali saja, dan ada batas waktu 5 menit untuk memasukkan ke dalam form yang tersedia.

Dari kasus di atas, yang kemungkinan yang terjadi adalah: si penipu mempunyai data-data kartu korban, berupa: 16-digit nomor kartu kredit, nomor handphone korban (yang terdaftar di bank), CVV (tiga digit di belakang kartu), serta tahu bank penerbit korban.

Kemudian, penipu sebelum menelpon korban telah siap dengan belanjaan di cart online, selanjutnya ia menelpon ke handphone korban dan mengaku sebagai pihak bank, dan meyakinkan korban bahwa ada transaksi mencurigakan di kartu kreditnya, sehingga ia meminta kode OTP untuk memblokir kartu kreditnya.

Baca juga: Penipuan Pinjol Kian Marak, Turunkan Kepercayaan Konsumen

Padahal, kode OTP tersebut digunakan untuk checkout transaksi belanjanya. Manakala kode OTP dimasukkan, maka transaksi belanja selesai dilakukan, dan otomatis kartu kreditnya akan mendebet sejumlah nominal belanja.

Proses ini cepat sekali dan bila sudah selesai, maka sulit juga untuk dilacak. Jalan satu-satunya adalah dengan melapor ke pihak berwajib, dan meminta merchant atau toko online untuk membuka data-data si pembeli online, sehingga bisa ditelusuri keberadaannya.

Nah, dari kasus di atas, yang bisa kita ambil pelajaran adalah:

  1. Jangan sampai memberikan informasi kartu kredit kepada orang tak dikenal, jaga informasi data pribadi anda.
  2. Jangan sampai memberikan informasi PIN kartu kredit dan/atau kode OTP kepada orang lain, ingat bahkan pihak bank tidak akan menanyakan informasi tersebut ke anda. Bila ada yang tanya maka hampir dipastikan itu penipu kartu kredit.
  3. Bila anda ganti nomor handphone, segera beritahukan kepada bank untuk memblokir nomor handphone yang sudah terdaftar, dan ganti dengan nomor baru.
  4. Bila ada indikasi terkena phishing kartu kredit, segera lapor ke bank dan blokir kartu kredit anda.
Itu dia sedikit informasi mengenai phishing kartu kredit yang umum terjadi. Ingat penipuan bisa banyak modusnya, selalu jaga kerahasiaan PIN dan kode OTP adalah kuncinya.

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Berikan Kode OTP ke Penipu Kartu Kredit, Apakah Sah di Mata Hukum?

Artikel Terkait