Cara Menghitung Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit

Jika anda memiliki kartu kredit, pasti anda tahu bahwa anda bisa melakukan penarikan uang tunai di ATM dengan menggunakan kartu kredit. Hanya saja, tarik tunai kartu kredit di ATM memakan biaya yang tidak sedikit, sehingga penggunaannya perlu anda perhatikan.

Ada beberapa biaya yang dibebankan oleh bank penerbit kartu kredit, kepada pemegang kartu atas penggunaan layanan tarik tunai kartu kredit via mesin ATM. Ini bukan tanpa sebab, karena kartu kredit memang diciptakan bukan sebagai sumber dana tunai, kartu kredit adalah sarana pemerintah untuk menggalakkan transaksi non tunai, untuk mewujudkan cashless society.

Besar Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit di ATM

Setiap anda melakukan tarik tunai kartu kredit via ATM, akan ada biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu. Besar biaya ini berbeda-beda antara bank yang satu dengan yang lainnya. Meskipun bisa berbeda-beda, tapi rata-rata tiap bank tidak akan berbeda jauh besar biaya tarik tunainya.

Tapi, umumnya bank memberlakukan biaya tarik tunai kartu kredit di ATM adalah sebesar Rp50.000 atau 4% dari nominal penarikan, tergantung mana yang lebih besar.

Suku bunga tarik tunai

Nah, selain biaya tarik tunai, ada juga yang dinamakan suku bunga tarik tunai. Suku bunga tarik tunai yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit, umumnya sebesar 2,95% per bulan, atau setara dengan 35,4% per tahun. Suku bunga ini dikenakan bila anda terlambat membayar tagihan kartu kredit, atau tidak membayar tagihan secara penuh.

Baca juga:

Jadi, bayangkan saja, di akhir ketika tagihan anda datang, anda harus membayar biaya tarik tunai+bunga tarik tunai, wah besar juga kan?!

Cara Menghitung Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit

Supaya lebih jelas lagi, mari kita lihat bagaimana menghitung biaya tarik tunai kartu kredit dengan lebih seksama:

Dedi memiliki kartu kredit BNI MasterCard Gold, dan dia sedang terdesak membutuhkan dana tunai. Jalan keluar yang dia miliki dan paling cepat, serta paling mudah, adalah dengan menggunakan kartu kredit miliknya. Dedi akhirnya memutuskan untuk melakukan tarik tunai kartu kredit BNI MasterCard Gold nya di ATM terdekat, sebesar Rp10 juta rupiah.

Pertanyaan: Bagaimana menghitung biaya tarik tunai kartu kredit Dedi yang sebesar 10 juta rupiah?

Jawab:

  • Dana yang ditarik: Rp10.000.000,-
  • Biaya tarik tunai: Rp10.000.000,- x 4% = Rp400.000,-
  • Bunga tarik tunai: 2,95% per bulan
  • Hutang yang ditagihkan: 10.400.000

Sehingga, bila anda tertib, artinya anda membayar tagihan dengan full, serta tidak ada keterlambatan, maka jumlah yang ditagihkan adalah Rp10.400.000.

Lalu bagaimana bila anda membayar dengan cara minimum payment (pembayaran minimum)?

Pembayaran minimum biasanya 10% dari total tagihan artinya sebesar:

  • Pembayaran minimum: 10.400.000 - (10% x 10.400.000)
  •                                    : 10.400.000 - 1.040.000 = 9.360.000 (sisa utang yang harus dibayar di bulan berikutnya, dengan asumsi tidak ada utang baru di bula baru).
  • Maka tagihan di bulan berikutnya = 9.360.000 x 2,95% = Rp276.120,-
  • Tagihan yang harus dibayar = 9.360.000 + 276.120 = Rp9.636.120,-

Nah, lumayan besar juga ya komponen biaya yang ada pada fasilitas tarik tunai kartu kredit. Bagaimana? Masih mau tarik tunai kartu kredit? Asal tidak sering-sering sih tidak masalah pastinya ya :).

 

 

 


Komentar untuk Cara Menghitung Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit

Related Article
Jenis pekerjaan di dunia ini ada banyak sekali. Me...
Saat ini, belanja online sangat digemari oleh seti...
Pada kali ini, pilihkartu hanya akan mengulas baga...