Cari Tahu Syarat Pengajuan Kartu Kredit untuk Ibu Rumah Tangga Berikut Ini

Mayoritas pemegang kartu kredit didominasi oleh para karyawan atau wiraswasta. Bisa dimaklumi, karena syarat pengajuan kartu kredit dari bank sendiri adalah:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotocopy SIUP, TDP (bagi yang berstatus sebagai wiraswasta)
  • Fotocopy Rekening tabungan, 3 bulan terakhir
  • Fotocopy NPWP
  • Slip gaji / Surat Keterangan Penghasilan asli (bagi yang berstatus sebagai karyawan)

Masalah KTP mungkin terpecahkan karena hampir semua orang di Indonesia punya KTP, tapi kalau masalah slip gaji maupun SIUP (Surat Ijin Usaha), calon aplikan kartu kredit mati kutu, karena itu yang tidak semua orang punya.

Apalagi seseorang dengan status sebagai Ibu Rumah Tangga, yang notabene dianggap tidak memiliki penghasilan tetap, duh suliit rasanya punya kartu kredit! Padahal, bisa dikatakan ibu rumah tangga termasuk golongan yang akan terbantu bila ada kartu kredit dalam genggaman. Soal pengaturan keuangan, tentu ibu rumah tangga sudah tidak diragukan lagi kehandalannya.

Jadi, bisakah Ibu Rumah Tangga memiliki kartu kredit?

Jawabannya, mungkin saja bisa!

Mengapa mungkin saja, kenapa tidak 'IYA' sekalian? 

Ini karena memang tidak semua bank memberi kesempatan kepada ibu rumah tangga untuk memperoleh kartu kredit. Toh sebetulnya ibu rumah tangga masih bisa memegang kartu kredit tambahan, dari hasil kartu kredit utama yang dimiliki suaminya.

Tapi, bila memang ibu rumah tangga ingin memiliki kartu kredit utama, itu dimungkinkan saja. Asal ibu rumah tangga memenuhi syarat pengajuan kartu kredit ibu rumah tangga di bawah ini, pasti bisa memiliki kartu kredit biarpun tidak memiliki penghasilan ataupun pekerjaan tetap:

1. Punya saldo tabungan mengendap di rekening.

Ibu rumah tangga yang memiliki saldo tabungan mengendap di rekening senilai beberapa juta rupiah (besar saldo mengendap tergantung bank) diperbolehkan mengajukan kartu kredit lho. Biasanya sih mereka dengan saldo di tabungan senilai belasan hingga jutaan rupiah akan lebih mudah mendapat kepercayaan bank.

Mengapa?

Ya karena ibu rumah tangga dengan saldo tabungan yang besar dinilai akan lebih mampu bertanggung jawab terhadap tagihan kartu kredit nantinya. Apalagi bila terjadi masalah dengan tagihan kartu kredit, maka saldo di tabungan akan bisa membantu.

Baca juga:

2. Arus Kas

Arus kas maksudnya adalah arus keuangan. Bagaimana bank mengetahui arus keuangan ibu rumah tangga?

Bank bisa memeriksa arus keuangan ibu rumah tangga dari rekeningnya. Bila ada aktivitas di sana, entah itu pemasukan atau pengeluaran, maka rekening si ibu rumah tangga ini dinilai aktif dan 'hidup'. Jadi, tak sekedar saldo mengendap ya, tapi rekeningnya juga harus hidup.

Mengapa bank lebih suka yang seperti ini?

Ya jelas, kartu kredit nanti diberikan juga untuk digunakan. Bila diberikan ke ibu rumah tangga yang jarang transaksi, maka kartu kredit tersebut kurang bermanfaat jadinya. Lain bila diberikan ke ibu rumah tangga yang aktif, maka kartu kreditnya juga akan ikut 'aktif'.

3. Punya Rekening Deposito

Ini dia yang jarang orang punya, tapi siapa saja boleh punya, termasuk ibu rumah tangga. Namanya deposito, alias tabungan untuk jangka panjang, ya semacam investasi untuk jangka panjang dan nilainya biasanya besar. Kebayang kan kalau ibu rumah tangga punya deposito, kans untuk di-approve oleh bank bisa lebih besar juga lho.

Deposito ini dijadikan jaminan untuk kartu kredit, khususnya untuk kartu kredit dengan jenis secured credit card. Prosedur pengajuan secured credit card juga tak seribet kartu kredit reguler lho. Anda tak perlu pusing-pusing menyiapkan slip gaji, KTP, NPWP atau laporan SPT. Selain itu, tidak seperti pengajuan kartu kredit reguler, pengajuan secured credit card juga tidak memerlukan prosedur survei ke kantor ataupun ke rumah.

Baca juga:

Bila suatu ketika pemegang kartu kredit tidak bisa membayar tagihan, maka bank bisa mengambil dari deposito yang dijaminkan. Maka, dalam secured credit card, limit yang diberikan maksimal 80% dari deposito.

Jadi, apa anda ibu rumah tangga yang punya ketiga syarat di atas?

Wah, kalau begitu anda sudah siap untuk membuat kartu kredit ya. Lalu kemana harus mendaftar kartu kredit?

Tenang, anda bisa lho mendaftar dengan datang langsung ke bank, via marketing kartu kredit, atau via online seperti pilihkartu.com. Oleh karena ini pengajuan khusus, lebih baik datang langsung ke bank saja.

Jangan lupa ya ibu-ibu, sebelum datang ke bank siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti: KTP, fotokopi rekening, fotokopi KK, fotokopi rekening listrik, fotokopi Pajak Bumi Bangunan (PBB) atas nama sendiri atau suami.

Nah tips jitu supaya kesempatan diterima lebih besar, ajukan kartu kredit di bank yang sama dengan rekening yang bu-ibu pakai ya, karena bank akan dengan mudah memeriksa arus keuangan rekening nantinya.


Komentar untuk Cari Tahu Syarat Pengajuan Kartu Kredit untuk Ibu Rumah Tangga Berikut Ini

Related Article
Saat ini, belanja online sangat digemari oleh seti...
Mungkin anda merasa bahwa mengaktifkan kartu kredi...
Kartu kredit mandiri merupakan salah satu kartu kr...